Selasa, 18 Agustus 2015

DAHULUKAN ILMU SEBELUM BERAMAL


Di dalam kehidupan ini, kita harus menentukan prioritas-prioritas atas hal-hal yang akan kita kerjakan. Di antara pemberian prioritas di dalam agama Islam adalah prioritas ilmu atas amal. Ilmu itu harus didahulukan atas amal karena ilmu yang kita miliki menjadi penunjuk arah dalam setiap amal yang kita lakukan. Ilmu akan membenarkan niat yang kita miliki dan membetulkan perbuatan yang kita amalkan. Ilmu itu adalah cahaya.

Allah melalui RasulNya memerintahkan manusia untuk memahami tentang tauhid terlebih dahulu, ditandai dengan perintah yang berkaitan dengan akidah. Setelah memahami tentang tauhid, manusia baru diperintahkan untuk beramal. Ilmu pengetahuan yang benar itulah yang pada akhirnya bisa mendorong manusia dalam beramal. Hadits di bawah ini menunjukkan tentang pentingnya posisi ilmu dalam agama.
“Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka dia akan diberi-Nya pemahaman tentang agamanya.” (Hadist Bukhari)

Firman yang pertama kali Allah turunkan kepada Nabi Muhammad adalah “Bacalah”. Hal ini menunjukkan bahwa membaca merupakan kunci ilmu pengetahuan yang sangat penting. Ilmu harus didahulukan atas amal. Dengan ilmu pengetahuan, kita mampu membedakan antara yang Ilmu dan Amal haq dan yang bathil. Dengan ilmu pengetahuan pula, kita bisa membedakan mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu dan mana yang bisa diakhirkan. Melakukan suatu amal tanpa ilmu sangat berisiko tersesat dari tujuan yang sebenarnya, hanya sebuah kesia-siaan. Bisa jadi apa yang dikerjakan tanpa ilmu itu mendatangkan kerusakan yang lebih besar dibandingkan dengan manfaat yang didapatkan.
Suatu saat akan muncul sekelompok orang yang akan beramal dengan kuantitas yang besar namun dengan kualitas yang sangat kecil. Hal ini karena mereka beramal tanpa memiliki ilmu pengetahuan atasnya.

“Kalian akan meremehkan (kuantitas) shalat kalian dibandingkan dengan shalat yang mereka lakukan, meremehkan (kuantitas) puasa kalian dibandingkan dengan puasa yang mereka lakukan, dan kalian akan meremehkan (kuantitas) amal kalian dibandingkan dengan amal mereka. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak lebih dari kerongkongan mereka. Mereka menyimpang dari agama (ad-din) bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya.” (Hadits Rasulullah)

Maksudnya adalah sekelompok orang itu akan melaksanakan amal dengan jumlah yang banyak namun tidak memahami apa esensi dari amal yang mereka lakukan tersebut. Akal mereka tidak diterangi dari bacaan-bacaan Alquran yang mereka lakukan itu. Imam Syahid

Hasan Al-Banna mengatakan suatu perkataan yang sangat mendalam artinya,
“Orang yang beramal, tetapi tidak disertai dengan ilmu pengetahuan tentang itu bagaikan orang yang melangkahkan kaki, tetapi tidak meniti jalan yang benar. Orang yang melakukan sesuatu, tetapi tidak memiliki pengetahuan tentang hal itu maka dia akan membuat kerusakan yang lebih banyak daripada perbaikan yang dia lakukan. Carilah ilmu selama ia tidak mengganggu pencarian ibadah yang engkau lakukan. Beribadahlah selama ibadah itu tidak mengganggu pencarian ilmu perngetahuan. Ini karena ada sebagian kaum muslimin yang melakukan ibadah, tetapi mereka meninggalkan ilmu pengetahuan sehingga mereka keluar dengan pedang mereka untuk membunuh umat Muhammad saw. Kalau mereka mau mencari ilmu pengetahuan, niscaya mereka tidak akan melakukan seperti apa yang mereka lakukan itu.” (Hasan Al-Banna)

Referensi : Buku Fiqh Prioritas karya Dr. Yusuf Al-Qaradhawi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar