Selasa, 16 April 2013

Sejarah



Aminah Binti Wahb
 ( Pemimpin Para Ibu )

Kita mulai pembicaraan tentang wanita-wanita mulia dengan pemimpin para ibu, dialah ibu yang membawa kebaikan ketengah umat manusia dengan melahirkan anak satu-satunya yang agung. Pembawa risalah petunjuk nan kekal, Rasul yang penuh hikmah dan rahmat, nabi yang membawa cahaya dan petunjuk.
Dia adalah Aminah Binti Wahb, Ibunda dari Muhammad Bin Abdillah yang Allah utus sebagai rahmat bagi seluruh alam, petunjuk bagi kaum yang tersesat dan penutup para nabi.
Cukuplah kemuliaanya tak dipungkiri, kebanggaan yang tak tergantikan. Sesungguhnya Allah memilihnya sebagai ibu bagi Rasul termulia. Penutup para nabi, anak satu-satunya nan agung menceritakan tentang nasabnya yang suci dari ibu dan ayahnya, seperti dibenarjan oleh hadits:
“ Sesungguhnya Allah memilihku dari kabilah Kinanah, dan Kinanah terpilih dari kabilah Quraisy, dan Qurisy terpilih dari bangsa Arab, akulah yang terpilih dari yang terpilih dan dari yang terpilih “.
“ Allah telah memindahkanku dari tulang sulbi yang baik ke rahim nan suci, terpilih. Tidaklah bercabang satu dahan kecuali aku yang terbaik dari keduanya”.
Aminah tidak hanya menjadi ibunda nabi dan Rasul saja, namun ia adalah pelaku sejarah karena risalah Islam yang dibawa oleh Muhammad menjadi risalah yang sempurna dan menyeluruh, menjadi petunjuk yang abadi sepanjang masa bagi kemaslahatan manusia.
Ibnu Ishak berkata tentang Aminah Binti Wahb:
“ Pada saat itu Aminah adalah wanita memiliki nasab yang paling mulia dikalangan Quraisy”.
DR. Bint As Syathi mengatakan:
“ Aminah dibesarkan dalam lingkungan yang terhormat, tempat berkembang yang baik, berkumpul dalam dirinya nasab terbaik, kedudukan terhormat yang pada saat itu kaum Aristokrat mengagung-agungkan asal usul dan kemuliaan genetika.”
Aminah merupakan bunga yang sedang mekar dikalangan Quraisy, anak perempuan keturunan dari nasab yang mulia, menyejukkan mata yang terjaga dari kehinaan. Hingga beberapa pihak mencoba membuat sketsa gambar tentangnya. Bahkan para sejarawan berusaha meneliti tentangnya tak lain karena Aminah pada saat itu merupakan wanita termulia dari kalangan Quraisy baik nasab dan kedudukannya seperti disebutkan oleh Ibnu Ishaq.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar