Senin, 17 Agustus 2015

Allah Mencintai Orang-Orang yang Berbuat Baik




Dalam terminology bahasa Arab, kata ‘baik’ adalah hasan, derivatifnya bisa menjadi ihsan  yang artinya baik. Namun itulah rahasia bahasa Arab. Ada kaidah yang mengatakan:
زِيادةُ المبْنىَ تَدُلُّ عَلَى زِيَادَةُ المَعْنَى

“Penambahan struktur kata menunjukkan penambahan makna”
Jadi kata ihsan lebih tinggi maknanya dari kata hasan, meski secara bahasa bermakna sama yaitu baik.

Allah SWT berfirman:
وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. ( Al Baqarah:195)
Makna ihsan seperti yang Rasulullah SAW sebutkan dalam hadits:
(( سُئِلَ ياَ رَسُولَ الله ِمَا الإِحْسَان؟ فَقَالَ عَلَيهِ الصَّلاةُ وَالسَّلاَم: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَراهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ )
Rasulullah ditanya tentang apakah ihsan, beliau menjawab,”Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau mampu melihat-Nya dan jika kau tak mampu sesungguhnya Allah melihatmu ( HR. Muslim dari Abu Hurairah )
            Yang menarik dari hadits ini adalah saat Rasulullah ditanya tentang ihsan, beliau tidak menjawab makna ihsan secara langsung sesuai soal yang ditanyakan, namun beliau menjawab dengan jawaban bagaimana jalan menuju ihsan dan bagaimana menjadi orang muhsin. Orang muhsin adalah orang yang bersungguh-sungguh mencapai derajat ihsan.
Maknanya, jika seseorang tak mampu mencapai derajat ihsan, maka hendaklah ia mencapai derajat kedua, meyakini bahwa Allah melihat kita, sebuah perasaan selalu dibimbing dan diawasi Allah dalam segala kondisi.  

Allah Subhanahu wataala berfirman:
﴿وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ﴾
 “Bekerjalah, maka Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman akan melihat pekerjaan kalian,kemudian kalian dikembalikan kepada yang Maha Mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata, dan kalian akan diberitahu apa yang telah kalian kerjakan dahulu.”( At Taubah:105)
            Ihsan ada dua dimensi, lahir dan  bathin. Ihsan secara bathin ( ihsanu niyyah ) berarti meluruskan niat, memperbaiki hati dan menjauhkan diri dari segala penyakit-penyakit hati yang bisa merusak keimanan, seperti hasad ( dengki ), sombong dan riya ( ingin dilihat orang ). Orang-orany yang senantiasa membersihakan hatinya maka kelak ia akan menghadap Allah dalam kondisi jhati yang bersih dna diridhai-Nya.
            Ihsan secara lahiriyah berarti, selalu berusaha melakukan pekerjaan yang dilandasi perilaku itqan ( sempurna). Shalat yang disertai itqan berarti dilakukan dari wudhu yang benar,dilakukan diawal waktu dan berjamaah di masjid, khusyuk dan memperhatikan bacaan shalatnya. Sehingga shalat yang dilakukan bukan hanya sekedar gerakan belaka namun disertai ketenangan dan kepasrahan kepada Allah Sang Maha Pencipta. Begitu pula dengan pekerjaan atau ibadah lain dilakukan dengan sempurna. Innallaha thayibun la yaqbalu illa thayiban             (  Allah itu adalah baik dan takkan menerima melainkan yang baik-baik ).
@FauzanProf