Selasa, 19 April 2016

NABI ISA MEMBENARKAN KEDATANGAN NABI MUHAMMAD SETELAHNYA



وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
“ Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata,”Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, namanya Ahmad (Muhammad). Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS. As Shaff [61]:6)

 TINJAUAN BAHASA

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ
 Wahai Bani Israil

إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ
 Aku adalah utusan Allah kepadamu

مُصَدِّقًا
Membenarkan

وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ

Memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, namanya Ahmad

KANDUNGAN AYAT

Jika kita perhatikan, estafet risalah yang di dakwahkan oleh para nabi dan Rasul adalah senantiasa bersambung, sejak zaman nabi Adam hingga zaman nabi Muhammad. Nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman, penutup para nabi dan Rasul, ternyata sudah diberitakan akan datang bahkan jauh-jauh hari sebelum beliau lahir. Ini adalah bukti kebenaran risalah yang beliau bawa. Bahkan dalam aya ini Nabi Isa berkata kepada kaum Bani Israil bahwa ia adalah utusan Allah seperti yang disifatkan dalam kitab Taurat mereka, membenarkan isinya dan kandungannya yang merupakan kitab yang Allah turunkan kepada nabi Musa. Nabi Isa juga memberikan saksi kebenaran seperti kesaksian tentang kebenaran Taurat, yaitu kabar gembira akan datangnya seorang rasul setelahnya yang bernama Ahmad ( Muhammad)[1]

Nama-Nama Lain dari Nabi Muhammad

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ: أَخْبَرَنِي مُحَمَّدِ بْنِ جُبَير بْنِ مُطعم، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: "إِنَّ لِي أَسْمَاءٌ: أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَنَا أَحْمَدُ، وَأَنَا الْمَاحِي الَّذِي يَمحُو اللَّهُ بِهِ الْكُفْرَ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى قَدَمِي، وَأَنَا الْعَاقِبُ".

“Telah menceritakan kepadaku Abu AlYaman, telah bercerita Syuaib, dari Az Zuhri ia berkata,”Telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin Jubair bin Muth’im dari ayahnya, ia berkata,” Aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda,” Sesungguhnya aku memiliki nama-nama: Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al Mahy (menghapus) yang dijadikan Allah untuk menghapuskan kekufuran, aku al Hasyir (berkumpul) dimana manusia berkumpul dibawah kakiku, aku adalah ‘Aqib (nabi terakhir). (Sahih Bukhari no.4896, Shhih Muslim, no.2354)

 وَقَالَ أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ: حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرّة، عَنْ أَبِي عُبَيدة، عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ: سَمَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَفسه أسماءً، منها ما حفظنا فقال: "أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَنَا أَحْمَدُ، وَالْحَاشِرُ، وَالْمُقَفِّي، وَنَبِيُّ الرَّحْمَةِ، وَالتَّوْبَةِ، وَالْمَلْحَمَةِ".
Abu Daud At Thayalisy berkata, telah bercerita Al Mas’udi dari Amr bin Murrah dari Abu Ubaidah dari Abu Musa, berkata,” Rasulullah menyampaikan nama-nama dirinya kepada kami, sebagian kami hafal, Beliu bersabda,” Aku Muhammad, Ahmad , Al Hasyir, Al Muqaffiy, Nabiyu Rahmah, At Taubah dan Al Malhamah”.  (Abu Daud At Thayalisy, no.492, Shahih Muslim, no. 2354)

Imam Al Qurthubi menyebutkan dalam tafsirnya: “Makna Ahmad artinya,” Aku memuji Allah, para nabi mereka adalah orang yang senantiasa memuji Allah, dan Nabi Muhammad merupakan nabi yang paling banyak memuji Allah.[2]

Para Nabipun Dikhianati Umatnya

فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS. As Shaff:6)

Tabiat Bani Israil meski sudah didakwahi dengan hikmah, hingga didatangkan mukjizat sebagai bukti kebenaran, namun mereka enggan bahkan mencela dengan tuduhan para nabi adalah pembawa sihir yang nyata.


KESIMPULAN

·         Risalah Allah senantiasa bersambung, dari zaman nabi Adam hingga disempurnakan oleh diutusnya Rasulullah Muhammad dan Rasul sebagai nabi terakhir.
·         Para penyeru dakwah haruslah bersaba dengan perlakuan kaumnya, seperti para nabi yang didustakan meski telah datang kepada mereka mukjizat sebagai bukti kebenaran risalah.

والله أعلم


[1] Fakhruddin Ar Razy w.606 H, Mafatihul Ghaib,jilid 29 (Beirut: Dar Ihya Turats Arabi,1420H) h.528
[2]  Al Qurthuby w. 671H, al Jami Li ahkamil Qur’an, jilid 18 (Kairo: Darul Kutub al Mishriyah, 1384H) h. 83