Senin, 18 April 2016

SEPULUH LANGKAH MENJADI AYAH HEBAT



Menjadi seorang ayah yang diidolakan oleh anak dan keluarga tidaklah mudah. Prosesnya panjang, bertahap dan membutuhkan energy yang tidak sedikit. Ayah yang kehdirannya selalu dinanti oleh buah hatinya, dirindu oleh istrinya. Berikut ini beberapa langkah menjadi ayah idaman tersebut:

1.    Kerjakan, bukan hanya kata-kata

Jika seorang ayah banyak memberikan teladan dengan langsung mengerjakan tanpa banyak berkata-kata, maka akan muncul kepercayaan anak kepadanya. Karena ternyata orang tua mereka bukan hanya omdo (omong doang). Keteladanan inilah yang akan berbekas lama pada jiwa sang anak. Misalnya, jika orang tua membiasakan untuk shalat berjamaah di Masjid kala waktu shalat memanggil, maka sang anak akan melihat aktifitas orang tuanya, perlahan tapi pasti ia akan mengikuti aktifitas tersebut tentu, dengan bimbingan orang tua. Dari pada seorang ayah yang hanya menyuruh kebaikan dengan kata-kata saja namun, ia sendiri enggan.

2.    Perbaiki watakmu, bukan penampakan fisik

Seorang anak akan terkesan dengan watak dan perangai ayahnya, karenanya ia akan mencontoh apapun yang orang tuanya lakukan baik terhadapnya, maupun terhadap orang lain, sehingga membentuk pola fikir dan perilaku keseharian. Misalnya orang tua yang terbiasa merokok, maka anak-anaknya kemungkinan besar akan mengikuti jejaknya meski dilarang, karena ia mendapati watak yang bertolak belakang antara larangan dan perilaku yang dikerjakan oleh orang tuanya.

3.    Lembut dalam memimpin

Lembut bukan berarti lembek, namun lembut untuk menyentuh hati dan kesadaran anak. Terkadang sang anak dengan terpaksa melaksanakan perintah sang ayah, hanya karena takut nanti ayahnya marah jika ia tidak mampu memenuhi keinginan ayah kepadanya. Akibatnya muncul budaya didepan ayah baik, dibelakang ayah mereka akan melakukan bisa jadi hal- hal terlarang karena takut perilaku kasar ayahnya.

4.    Tegas dalam batasan
 Pastikan ketegasan ayah adalah dalam batas perilaku anak yang melanggar norma agama atau norma sosial.  Ketegasan disini dimaksudkan agar mereka tersadar akan bahaya atau mudharatnya jika mereka melanggar.

5.    System yang membuat paham
Hendaklah didalam rumah ada sebuah system, meskipun tidak tertulis menjadi semacam standar acuan dalam aktifitas anggota keluarga. Misalnya ada agenda shalat tahajud bersama berjamaah, puasa sunnah bersama, yang terprogram dan terrencana, sehingga membuat sang anak paham secara perlahan kedepannya.

6.    Tsaqafahmu (wawasanmu)  adalah Tsaqafah untuk anakmu
Terus perluas kemampuan orang tua akan berbagai perkembangan baik ilmiyah maupun non ilmiyah, misalnya jika seorang ayah terbiasa membaca dan mengoleksi buku, secara perlahan anak anak anda akan meniru kebiasaan anda membaca.

7.    Sabar dalam tarbiyah
Tidak ada yang isntan dalam mendidik anak dan keluarga, semua butuh proses yang tidak singkat. Sabar adalah kuncinya.

8.    Dampingi anakmu
Hendaknya orang tua mendampingi anak-anak dalam situasi normal, bukannya acuh, atau hanya memberikan uang saja. Apalagi jika mereka sedang ada masalah disinilah peran ayah atau orang tua bisa mengarahkan mereka untuk menghadapi bahkan keluar dari masalahnya.

9.    Ayah dan suami
Ayah yang baik, biasanya ia juga menjadi suami yang baik bagi istrinya, begitu sebaliknya.

10.              Kun Rabbaniyan (hanya kepada Allah saja)
Selalu berharap kepada Allah atas usaha dan doa yang dipanjatkan, karena Allah yang Maha mengatur segalanya. Selalu hadirkan Allah dalam aktifitas rumah tangga, niscaya Allah akan selalu memberkahi hidup anda.