Selasa, 31 Mei 2016

KEUNTUNGAN BESAR PERNIAGAAN DENGAN ALLAH




يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.”( QS. As Shaff [61]: 12)
·         Tinjauan Bahasa
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
Allah akan mengampuni dosamu
وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ
Allah akan memasukkanmu ke Syurga
وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً
(memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik
·         Kandungan Ayat
Ayat ini merupakan ayat yang menggembirakan bagi orang-orang yang berniaga dengan Allah. Salah satu kebahagiaan bagi seorang pedagang adalah ia mendapatkan keuntungan yang besar nan berlimpah. Dengan keuntungan itulah salah satu sisi kebahagiannya terwujud. Seperti sudah penulis uraikan pada ayat sebelumnya, bahwa perniagaan dengan Allah, pasti membawa keuntungan, berbeda dengan bisnis dengan manusia, kadang untung bahkan tak jarang menuai kerugian. Perniagaan dengan Allah adalah, iman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad dengan jiwa dan harta benda yang dimiliki sepenuhnya sebagai modal untuk taqarrub ilallah (mendekati Allah).

 
Keuntungan perniagaan dengan Allah dalam ayat ini adalah sebagai berikut:
1.      Ampunan dosa

Abdurrahman Nashir As Sa’di dalam menafsirkan ayat ini beliau menyatakan:
{يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ} وهذا شامل للصغائر والكبائر، فإن الإيمان بالله والجهاد في سبيله، مكفر للذنوب، ولو كانت كبائر.[1]
“ Allah akan mengampuni dosa kalian”, mencakup dosa besar dan kecil, sungguh iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya merupakan penghapus dosa, meskipun dosa-dosa besar”.

 Dalam Tafsir Jalalain disebutkan bahwa  ayat ini merupakan Jawab as Syart al Muqaddar (jawaban bersyarat tertentu) yaitu,” Jika kalian beriman kepada Allah dan rasul-Nya serta berjihad dengan jiwa dan harta maka: Allah akan mengampuni kalian, memasukkan kedalam syurga dan mendapatkan tempat mulia di Syurga ‘Adn.[2]

Sedangkan Syekh Muhammad Amin al Armi Al Harari dalam tafsirnya menyebutkan bahwa balasan berupa ampunan Allah akan didapatkan bagi orang yang beriman serta berjihad di jalan Allah, sedangkan balasan di akherat, Allah akan memasukkannya kedalam syurga.[3]

Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam tafsirnya:

{يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ} أَيْ: إِنْ فَعَلْتُمْ مَا أَمَرْتُكُمْ  بِهِ وَدَلَلْتُكُمْ عَلَيْهِ، غَفَرْتُ لَكُمُ الزَّلَّاتِ، وَأَدْخَلْتُكُمُ الْجَنَّاتِ، وَالْمَسَاكِنَ الطَّيِّبَاتِ، وَالدَّرَجَاتِ الْعَالِيَاتِ[4]
“Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, jika kalian mengerjakan apa yang Aku perintahkan dan aku tunjukkan, Aku juga akan mengampuni dosa, dan akan memasukkan kalian ke surga, akan Aku anugerahkan  tempat mulia dan derajat yang tinggi.”

2.      Masuk Syurga
Merupakan keuntungan kedua yang diperoleh orang-orang yang berniaga dengan Allah, yaitu masuk syurga dengan segala kenikmatannya.

Kenikmatan Syurga Tak Terbayangkan
Imam Muslim menyebutkan dalam kitab sahihnya tentang kenikmatan syurga yang tak terbayangkan oleh siapapun:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ، وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ، وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ، مِصْدَاقُ ذَلِكَ فِي كِتَابِ اللهِ: {فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [السجدة: 17] –رواه مسلم- [5]
“Dari Abu Hurairah dari Nabi Shalallahu Alaihi wasallam, bersabda,”Allah Subhanahu wataala berfirman,” Aku persiapkan untuk hamba-Ku yang shalih surga yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, tidak juga pernah terbetik dalam hati manusia, sebagai pembenaran atas firman Allah:
“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan”. ( QS. As Sajdah:17)

Ridha Allah, Kebahagiaan Tak Terkirakan
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِنَّ اللهَ يَقُولُ لِأَهْلِ الْجَنَّةِ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ فَيَقُولُونَ: لَبَّيْكَ رَبَّنَا وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ فِي يَدَيْكَ فَيَقُولُ: هَلْ رَضِيتُمْ؟ فَيَقُولُونَ: وَمَا لَنَا لَا نَرْضَى؟ يَا رَبِّ وَقَدْ أَعْطَيْتَنَا مَا لَمْ تُعْطِ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، فَيَقُولُ: أَلَا أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلِكَ؟ فَيَقُولُونَ: يَا رَبِّ وَأَيُّ شَيْءٍ أَفْضَلُ مِنْ ذَلِكَ؟ فَيَقُولُ: أُحِلُّ عَلَيْكُمْ رِضْوَانِي، فَلَا أَسْخَطُ عَلَيْكُمْ بَعْدَهُ أَبَدًا [6]
“Dari Abu Said al Khudri bahwasanya Nabi Shalalahu alaihi wa sallam bersabda,” Sesungguhnya Allah berfirman kepada penduduk surga,” Wahai penduduk surga”Mereka pun menjawab,” Labbaik Ya Rabbana, kami sambut panggilan-Mu, Kebahagiaan dari-Mu dan kebaikan ada di tangan-Mu, lalu Allah berfirman,” Apakah kalian ridha?” mereka menjawab,” Bagaimana kami tidak ridha, Wahai Allah, Engkau telah memberi apa yang tidak diberikan kepada seorangpun dari ciptaan-Mu,”. Allah berfirman,” Maukan kalian aku berikan yang lebih utama dari semua itu?”, mereka menjawab,” Wahai Allah, apakah yang lebih utama dari semua itu?, Allah berfirman,” Aku halalkan atas kalian Ridha-Ku, Aku tak kan pernah murka lagi selamanya”.

3.      Tempat mulia di Syurga ‘Adn

Beberapa ayat berikut ini menggambarkan tentang kenikmatan Surga ‘And yang Allah gambarkan di dalam Al Qur’an:

Kenikmatan di dalam Surga ‘Adn:

Firman Allah:
جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَابُ (50) مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ (51) وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ (52) هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ (53)
50. Yaitu surga ‘And yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka
51. Di dalamnya mereka bersadar pada dipan-dipan sambil meminta buah-   buahan yang banyak dan minuman-minuman (di surga itu).
52.Dan di samping mereka ada bidadari-bidadari yang redup pandangannya dan sebaya usianya
53.Inilah yang dijanjikan kepadamu di hari perhitungan. ( QS. Shad [38]:50-53)

Pakaian Penduduk Surga ‘And

Firman Allah:
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ
“ Surga  ‘Adn mereka masuk ke dalamnya, mereka diberi perhiasan dari gelang-gelang emas, dan mutiara dan pakaian mereka dari sutra”. ( QS. Fathir [35]:33)

Dan masih banyak lagi ayat serta hadits yang menggambarkan surga dan kenikmatannya, tak cukup rasanya untuk diurai dalam lembaran ini, membuat kita rindu dan bergetar hati akan kenikmatan yang Allah sediakan bagi orang-orang shalih dengan bekal beriman dan berjihad dijalan Allah, semoga Allah masukkan kita kedalam Surga-Nya, Amiin.

·         Kesimpulan
1.      Allah menjanjikan keuntungan bagi siapa saja yang berniaga dengan-Nya
2.      Modal iman dan berjihad dengan jiwa dan harta, merupakan transaksi menguntungkan dengan Allah
3.      Surga begitu indah yang disediakan bagi orang-orang beriman, dengan kenikmatan yang tak terbayangkan sebelumnya.

والله أعلم




[1] Abdurrahman Nashir As Sa’di, Taisir al Karim ar Rahman Fi Tafsir Kalam al Mannan, ( Muassasah Ar Risalah, 1420) j. 1 h. 860
[2] Jalaluddin As Suyuthi (911)  dan Jalaluddin al Mahalli (864) (, Tafsir Jalalain,( Cairo: Dar al Hadits, tt) j. 1 h. 740
[3] Muhammad Amin al Armi Al Harari, Hadaiq Ruh wa Raihan, ( Beirut: dar Tuq an Najah, 1421H) j.29 h. 263
[4] Imam Ibnu Katsir, Tafsir al Qur’an al Azim, Jilid 8 ( Dar Tayibah, 1420) h. 112
[5] Imam Muslim, Sahih Muslim, Jilid 4  ( Beirut: Dar Ihya Turats) h.  2174 No. 2824
[6] Imam Muslim, Sahih Muslim, h. 2176 No.  2829

Senin, 23 Mei 2016

7 DAFTAR KOTA-KOTA TERBERSIH DI DUNIA

1. PERANCIS












2. COLUMBIA














3. LATVIA














4. SELANDIA BARU















5. AUSTRIA















6. COSTA RICA














7. SWEDIA



IMAN DAN JIHAD, SARANA SELAMAT DARI AZAB ALLAH




تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“ Yaitu kamu beriman kepada Allah, dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” ( QS. As Shaff [61]:11)

 Tinjauan Bahasa

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ 

kamu beriman kepada Allah, dan Rasul-Nya


وَتُجَاهِدُونَ

berjihad

بِأَمْوَالِكُمْ

harta

وَأَنْفُسِكُمْ

Jiwamu

Kandungan Ayat
Ayat ini merupakan jawaban dari ayat sebelumnya, tentang perniagaan dengan Allah, yaitu jika kita ingin selamat dari azab yang pedih, dan memperoleh keuntungan dari perniagaan dengan Allah, dengan iman dan berjihad dijalan-Nya dengan segenap harta dan jiwa. Sungguh yang demikian itu lebih baik bagi kalian.

Iman kepada Allah dan Rasul-Nya
Iman merupakan kepercayaan dan keyakinan kepada Allah, iman yang benar melahirkan ibadah yang benar, mencintai sesuatu karena Allah, membenci sesuatu karena Allah. Jika ia berbicara, maka pembicaraannya senantiasa mengagungkan Allah, tidak menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain. Jika beramal maka amal yang dilakukannya semata-mata karena Allah dan mengikuti ajaran Rasulullah.
Syekh Wahbah Zuhaili mengatakan:
   هي أن تدوموا على الإيمان بالله تعالى ورسوله صلى الله عليه وسلم، وتخلصوا العمل لله، وتجاهدوا من أجل إعلاء كلمة الله ونشر دينه بالأنفس والأموال. وقدم تعالى الأموال، لأنها التي يبدأ بها في الإنفاق. ذلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ أي ذلك المذكور من الإيمان والجهاد خير لكم وأفضل من أموالكم وأنفسكم، ومن تجارة الدنيا والاهتمام بها وحدها،
“Yaitu, kalian selalu dalam iman kepada Allah, dan Rasul-Nya Shalallahu alaihi wa sallam, ikhlas beramal, berjihad menegakkan kalimat Allah, menyebarkan agama-Nya dengan jiwa dan harta. penyebutan harta ( al amwal ) dalam ayat ini dahulukan dari pada jiwa, karena dengan harta dimulainya ibadah infaq. “Itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui”, karena segala yang disebutkan tadi dari iman dan jihad lebih baik dan lebih utama dari harta dan jiwa kalian, dari perniagaan dunia dan fokus kepadanya”.[1]
Menurut Ibnu ‘Asyur ayat ini didahului dengan kata kerja yang memiliki fungsi perubahan, maksudnya perintah untuk senantiasa memperbaharui iman setiap saat.
وَفِي التَّعْبِيرِ بِالْمُضَارِعِ إِفَادَةُ الْأَمْرِ بِالدَّوَامِ عَلَى الْإِيمَانِ وَتَجْدِيدِهِ فِي كُلِّ آنٍ
“ Perubahan kata kerja mudhari (kata kerja yang sedang berlangsung) memiliki fungsi perintah yang berkelanjutan atas iman dan memperbaharuinya setiap saat”.[2]
  Sayid Qutub menyebutkan bahwa inti pengulangan (at tikrar) disebutkannya orang-orang yang beriman, karena jiwa manusia menyukai pengulangan. Tujuannya agar jiwa manusia merasa ringan dan bangkit dari beban yang berat.[3] Karena jihad untuk sebagian orang berat dan sulit.
لتنهض بهذا التكليف الشاق
“Agar bangkit dari beban yang berat”.

Makna Jihad Pembagian Jihad 

Secara bahasa Jihad berasal dari kata:
جاهد-يجاهد جهادا

Artinya at taqah atau al wus’u (kemampuan), atau al masyaqah (kesulitan),  al ghayah ( tujuan)  atau al mubalaghah (berlebih)[4]
Menurut At Thabari jihad adalah: 

الجهاد شرعا بذل الجهد في قتال الكفار ويطلق أيضا على مجاهدة النفس والشيطان والفساق، فأما مجاهدة النفس فعلى تعلم أمور الدين ثم على العمل بها ثم تعليمها، وأما مجاهدة الشيطان فعلى ما يأتي به من الشبهات وما يزينه من الشهوات، وأما مجاهدة الكفار فتقع باليد والمال واللسان والقلب

“Makna Jihad secara syar’i adalah mengerahkan segala kemampuan untuk memerangi orang kafir, juga bermakna mujahadah (bersungguh-sungguh) melawan jiwa, syetan dan orang fasik, juga bermakna mempelajari perkara agama, mengamalkan dan mengajarkannya. Sedangkan berjihad melawan syetan dengan tidak memperturutkan syubhat yang menghiasi syahwat, sedangkan berjihad memerangi orang kafir dengan tangan, harta, lisan dan hati.[5]
 
 Dari pengertian di atas jihad bisa digolongkan dalam dua hal, pertama: Makna luas dan kedua, makna sempit. Makna luas jihad adalah melakukan usaha maksimal utk menegakkan kalimat Allah dalam berbagai bidang kehidupan, pendidikan, ekonomi, politik dst. Sedangkan makna sempit adalah khusus memerangi orang kafir di medang laga untuk menyebarkan islam atau melindungi kehormatan kaum muslimin. Serupa dengan pengertian yang disebutkan oleh Syekh Wahbah Zuhaili, jihad memiliki dua jenis yaitu:

·          Jihad Melawan Hawa Nafsu (Jihad an Nafs)
Yaitu menahan jiwa dan menundukkannya untuk tidak melakukan kemaksiata dan penyelewangan terhadap aturan dan hukum yang telah di tetapkan oleh Allah dan rasul-Nya.
·         Jihad memerangi musuh

Yaitu memerangi (offensive) musuh untuk menegakkan agama Allah di muka bumi.[6]
  Kesimpulan:
1.     Sarana selamat dari azab Allah adalah dengan memperbarui iman kepada Allah dan Rasyul-Nya kemudian berjihad dijalan Allah
2.     Jihad memiliki dua pengertian, luas (berjuang dalam segala segi kehidupan) dan sempit ( berjihad di medan perang membela agama Allah dari penistaan yang dilakukan oleh orang kafir )



[1] Wahbah Zuhili, Tafsir Al Munir, ( Damaskus: Dar al Fikr Al Mu’ashir,1418H) j. 28 h. 176
[2] Ibnu Asyur, At Tahrir wa Tanwir, (Tunis: Dar Tunis li Nasyr, 1984 ) j.  28 h. 194
[3] Sayid Qutub, Fi Dzilalil Qur’an, ( Kairo: Dar Syuruq, 1412H) j. 6 h. 3559
[4] Ibnu Manzur, Lisan al “Arab,
[5]  Ibnu Hajar Al Atsqalani, Fath al Bari, 3/6
[6] Wahbah Zuhaili, Tafsir Al Munir, j. 28 h. 176-177

Selasa, 17 Mei 2016

AT TIJARAH MA’A ALLAH (Perniagaan Dengan Allah)



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيم
“ Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu aku tunjukkan  suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (QS. As Shaff:10)

Tinjauan Bahasa

أَدُلُّكُمْ

Aku tunjukkan
تِجَارَةٍ

Perniagaan, perdagangan
Yang dimaksud dengan tijarah (perniagaan) disini adalah:

ما يقدمه المرء من عمل صالح، لينال به الثواب

“Amal shalih yang dipersembahkan seorang hamba untuk mendapatkan balasan dari Allah”[1]

تُنْجِيكُمْ

Yang menyelamatkanmu

عَذَابٍ أَلِيم

Azab yang pedih

Kandungan Ayat

Allah subhanahu wata’ala memanggil dengan panggilan kasih-Nya kepada orang-orang yang beriman, dengan ungkapan pertanyaan lembut,”Wahai orang-orang yang beriman, maukah kalian Aku tunjukkan perniagaan selain beruntung besar, juga bisa menyelamatkan kalian dari azab neraka yang pedih”?  Pertanyaan ini sebenarnya sudah diketahui jawabannya, namun Allah ingin lebih menggugah hati orang-orang beriman, bahwa perniagaan dengan Allah adalah bisnis yang tak kan pernah rugi sama sekali.

Ayat ini merupakan jawaban atas pertanyaan seperti dalam hadits yang bersumber dari sahabat Abdullah bin Salam, disaat kaum muslimin bertanya kepada nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam tentang amal perbuatan yang paling dicintai Allah, mereka akan melakukannya, lalu turunlah ayat ini.[2]
Menurut Imam As Suyuthi, menukil hadits yang bersumber dari Ibnu Abi Hatim dari sahabat Said bin Zubair:
لما نزلت قَالَ الْمُسلمُونَ: لَو علمنَا مَا هَذِه التِّجَارَة لأعطينا فِيهَا الْأَمْوَال والأهلين فَبين لَهُم التِّجَارَة

“Ketika ayat ini turun, kaum muslimin berkata,”Jika kami tahu perniagaan ini, maka kami akan mempersembahkan harta dan keluarga, lalu Allah menjelaskan perniagaan tersebut.[3]
Imam Ibnu Katsir mendeskripsikan perniagaan dengan Allah adalah perniagaan yang pasti akan mendapatkan keuntungan, bukan kerugian. Korelasi dalam perumpamaan amal shalih dengan perdagangan  dalam segi keuntungan, mereka akan beruntung ibarat keuntungan dalam perdagangan, yaitu masuk syurga atau selamat dari azab neraka.[4]

 Imam ibnu Asyur menyebutkan, kata tanya dalam ayat ini adalah هَلْ yang funsinya:

وَالِاسْتِفْهَامُ مُسْتَعْمَلٌ فِي الْعَرْضِ مَجَازًا لِأَنَّ الْعَارِضَ قَدْ يَسْأَلُ الْمَعْرُوضَ عَلَيْهِ لِيَعْلَمَ رَغْبَتَهُ فِي الْأَمْرِ الْمَعْرُوض

“Kata tanya yang digunakan dalam ungkapan adalam majaz (perumpamaan). Karena orang yang memberi penjelasan terkadang bertanya kepada hal yang dipaparkan  untuk mengetahui kecintaannya terhadap perkara yang dipaparkan.[5]
 Sedangkan menurut Syekh Wahbah Az Zuhaili , kata tanya dalam ayat ini bertujuan untuk menunjukkan kecintaan dan kerinduan ( li targhib wa tasywiq)[6]

Kesimpulan

1.      Allah menyebut perniagaan, agar hati manusia terpaut kepadanya, karena dalam pandangan manusia perniagaan mendatangkan keuntungan besar.
2.      Perniagaan dengan Allah adalah melakukan amal-amal shalih dan kerja-kerja ikhlas karena-Nya.
3.      Jangan ragu dengan balasan dari Allah, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan amal seorang hamba, dan Dia punya cara tersendiri untuk membalasnya.
4.      Keuntungan terbesar adalah saat manusia dimasukkan kedalam syurga dan diselamatkan Allah dari azab yang pedih (neraka).

والله أعلم

 

[1] Ahmad bin musthafa Al Maraghi (w.1371), Tafsir Al Maraghi, (Mesir: Maktabah Musthafa Al Babiy al Halby,1365H) j.28 h.89
[2] Ibnu Katsir (w.774), Tafsir Ibnu Katsir, Tahqiq:Sami bin Muhamamad Salamah,(Dar At Thyabah,tt) j.8 h. 112
[3] Imam As Suyuthi (w. 911 H), Ad Dur al Mantsur,( Beirut: Dar al Fikr) j.8 h. 149
[4] As Syaukani (w.1250H),Fath al Qadir,(Beirut:Dar ibn Katsir,1414H) J.5 h. 264
[5]  Ibnu Asyur (w.1393 H), At Tahrir wa Tanwir, ( Tunisia: Dar Tunis lin Nasyr,1984) j. 28 h.193

[6] Wahbah Zuhaily, Tafsir al Munir, (Damaskus: Dar al Fikr Mu’ashir,1418H) j.28 h. 174