Senin, 23 Mei 2016

IMAN DAN JIHAD, SARANA SELAMAT DARI AZAB ALLAH




تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“ Yaitu kamu beriman kepada Allah, dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” ( QS. As Shaff [61]:11)

 Tinjauan Bahasa

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ 

kamu beriman kepada Allah, dan Rasul-Nya


وَتُجَاهِدُونَ

berjihad

بِأَمْوَالِكُمْ

harta

وَأَنْفُسِكُمْ

Jiwamu

Kandungan Ayat
Ayat ini merupakan jawaban dari ayat sebelumnya, tentang perniagaan dengan Allah, yaitu jika kita ingin selamat dari azab yang pedih, dan memperoleh keuntungan dari perniagaan dengan Allah, dengan iman dan berjihad dijalan-Nya dengan segenap harta dan jiwa. Sungguh yang demikian itu lebih baik bagi kalian.

Iman kepada Allah dan Rasul-Nya
Iman merupakan kepercayaan dan keyakinan kepada Allah, iman yang benar melahirkan ibadah yang benar, mencintai sesuatu karena Allah, membenci sesuatu karena Allah. Jika ia berbicara, maka pembicaraannya senantiasa mengagungkan Allah, tidak menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain. Jika beramal maka amal yang dilakukannya semata-mata karena Allah dan mengikuti ajaran Rasulullah.
Syekh Wahbah Zuhaili mengatakan:
   هي أن تدوموا على الإيمان بالله تعالى ورسوله صلى الله عليه وسلم، وتخلصوا العمل لله، وتجاهدوا من أجل إعلاء كلمة الله ونشر دينه بالأنفس والأموال. وقدم تعالى الأموال، لأنها التي يبدأ بها في الإنفاق. ذلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ أي ذلك المذكور من الإيمان والجهاد خير لكم وأفضل من أموالكم وأنفسكم، ومن تجارة الدنيا والاهتمام بها وحدها،
“Yaitu, kalian selalu dalam iman kepada Allah, dan Rasul-Nya Shalallahu alaihi wa sallam, ikhlas beramal, berjihad menegakkan kalimat Allah, menyebarkan agama-Nya dengan jiwa dan harta. penyebutan harta ( al amwal ) dalam ayat ini dahulukan dari pada jiwa, karena dengan harta dimulainya ibadah infaq. “Itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui”, karena segala yang disebutkan tadi dari iman dan jihad lebih baik dan lebih utama dari harta dan jiwa kalian, dari perniagaan dunia dan fokus kepadanya”.[1]
Menurut Ibnu ‘Asyur ayat ini didahului dengan kata kerja yang memiliki fungsi perubahan, maksudnya perintah untuk senantiasa memperbaharui iman setiap saat.
وَفِي التَّعْبِيرِ بِالْمُضَارِعِ إِفَادَةُ الْأَمْرِ بِالدَّوَامِ عَلَى الْإِيمَانِ وَتَجْدِيدِهِ فِي كُلِّ آنٍ
“ Perubahan kata kerja mudhari (kata kerja yang sedang berlangsung) memiliki fungsi perintah yang berkelanjutan atas iman dan memperbaharuinya setiap saat”.[2]
  Sayid Qutub menyebutkan bahwa inti pengulangan (at tikrar) disebutkannya orang-orang yang beriman, karena jiwa manusia menyukai pengulangan. Tujuannya agar jiwa manusia merasa ringan dan bangkit dari beban yang berat.[3] Karena jihad untuk sebagian orang berat dan sulit.
لتنهض بهذا التكليف الشاق
“Agar bangkit dari beban yang berat”.

Makna Jihad Pembagian Jihad 

Secara bahasa Jihad berasal dari kata:
جاهد-يجاهد جهادا

Artinya at taqah atau al wus’u (kemampuan), atau al masyaqah (kesulitan),  al ghayah ( tujuan)  atau al mubalaghah (berlebih)[4]
Menurut At Thabari jihad adalah: 

الجهاد شرعا بذل الجهد في قتال الكفار ويطلق أيضا على مجاهدة النفس والشيطان والفساق، فأما مجاهدة النفس فعلى تعلم أمور الدين ثم على العمل بها ثم تعليمها، وأما مجاهدة الشيطان فعلى ما يأتي به من الشبهات وما يزينه من الشهوات، وأما مجاهدة الكفار فتقع باليد والمال واللسان والقلب

“Makna Jihad secara syar’i adalah mengerahkan segala kemampuan untuk memerangi orang kafir, juga bermakna mujahadah (bersungguh-sungguh) melawan jiwa, syetan dan orang fasik, juga bermakna mempelajari perkara agama, mengamalkan dan mengajarkannya. Sedangkan berjihad melawan syetan dengan tidak memperturutkan syubhat yang menghiasi syahwat, sedangkan berjihad memerangi orang kafir dengan tangan, harta, lisan dan hati.[5]
 
 Dari pengertian di atas jihad bisa digolongkan dalam dua hal, pertama: Makna luas dan kedua, makna sempit. Makna luas jihad adalah melakukan usaha maksimal utk menegakkan kalimat Allah dalam berbagai bidang kehidupan, pendidikan, ekonomi, politik dst. Sedangkan makna sempit adalah khusus memerangi orang kafir di medang laga untuk menyebarkan islam atau melindungi kehormatan kaum muslimin. Serupa dengan pengertian yang disebutkan oleh Syekh Wahbah Zuhaili, jihad memiliki dua jenis yaitu:

·          Jihad Melawan Hawa Nafsu (Jihad an Nafs)
Yaitu menahan jiwa dan menundukkannya untuk tidak melakukan kemaksiata dan penyelewangan terhadap aturan dan hukum yang telah di tetapkan oleh Allah dan rasul-Nya.
·         Jihad memerangi musuh

Yaitu memerangi (offensive) musuh untuk menegakkan agama Allah di muka bumi.[6]
  Kesimpulan:
1.     Sarana selamat dari azab Allah adalah dengan memperbarui iman kepada Allah dan Rasyul-Nya kemudian berjihad dijalan Allah
2.     Jihad memiliki dua pengertian, luas (berjuang dalam segala segi kehidupan) dan sempit ( berjihad di medan perang membela agama Allah dari penistaan yang dilakukan oleh orang kafir )



[1] Wahbah Zuhili, Tafsir Al Munir, ( Damaskus: Dar al Fikr Al Mu’ashir,1418H) j. 28 h. 176
[2] Ibnu Asyur, At Tahrir wa Tanwir, (Tunis: Dar Tunis li Nasyr, 1984 ) j.  28 h. 194
[3] Sayid Qutub, Fi Dzilalil Qur’an, ( Kairo: Dar Syuruq, 1412H) j. 6 h. 3559
[4] Ibnu Manzur, Lisan al “Arab,
[5]  Ibnu Hajar Al Atsqalani, Fath al Bari, 3/6
[6] Wahbah Zuhaili, Tafsir Al Munir, j. 28 h. 176-177