Minggu, 19 Mei 2013

Jadikan Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu







1.      Nash Ayat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)

2.      Terjemah

153. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

3.      Kandungan Ayat

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ (153)
·         Makna shalat secara bahasa berarti doa, bila terkait dengan malaikat maka  shalat bermakna istighfar ( permohonan ampun ) dan bila dari Allah maka shalat  bermakna rahmat ( kasih sayang ).[1]


Ini seperti dalam surat Al Ahzab: 56
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (56)

·         Shalat merupakan energy hamba untuk bertahan dari segala ujian yang membutuhkan ekstra kesabaran, sehingga Sayid Qutub menyebutkan:

إنها الصلة المباشرة بين الإنسان الفاني والقوة الباقية. إنها الموعد المختار لالتقاء القطرة المنعزلة بالنبع الذي لا يغيض. إنها مفتاح الكنز الذي يغني ويقني ويفيض. إنها الانطلاقة من حدود الواقع الأرضي الصغير إلى مجال الواقع الكوني الكبير. إنها الروح والندى والظلال في الهاجرة، إنها اللمسة الحانية للقلب المتعب المكدود.. ومن هنا كان رسول الله- صلى الله عليه وسلم- إذا كان في الشدة قال: «أرحنا بها يا بلال» .. ويكثر من الصلاة إذا حزبه أمر ليكثر من اللقاء بالله.

Shalat adalah interaksi langsung antara manusia yang bersifat fana dengan kekuatan yang maha Kekal. Shalat adalah saat istimewa bertemunya tetesan-tetesan terpisah dengan mata air besar yang tak pernah kering. Ia adalah kunci perbendaharaan  kaya, menenangkan dan berlimpah ruah. Ia adalah titik tolak dari batas relita bumi nan kecil menuju alam semesta nan besar. Ia adalah ruh, embun dan naungan dalam pelarian, ia adalah sentuhan kasih sayang bagi hati yang lelah beraktifitas. Dari sinilah Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam berkata kepada Bilal: “ Wahai Bilal istirahatkan kami dengan shalat”. Rasulullah juga memperbanyak shalat bila menghadapi permasalahan untuk meperbanyak bertemu dengan Allah.[2]

·         Rahasia shalat
-          Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah menyebutkan bahwa manusia ada 3 golongan dalam mempergunakan fisik jasadnya:

Pertama, ( اهل اليقظة           (  kelompok yang mempergunakan jasadnya seperti tujuan di ciptakan Allah yaitu untuk beribadah kepada-Nya.

Kedua,  ( أهل الخيانة ) kelompok yang menggunakan jasadnya untuk kemaksiatan dan tidak taat kepada Allah

Ketiga, ( أهل الغفلة )  kelompok yang tidak menfungsikan jasadnya untuk ibadah ( menyia-nyiakan ). [3]

-          Syekh Wahf Al Qahtani dalam bukunya: Fadlu Shalat Fil islam ( keutamaan Shalat dalam Islam) menyebutkan sejumlah keutamaan shalat diantaranya:

1.      Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar seperti dalam ayat:

إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْـمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

2.      Mencuci kesalahan

Seperti dalam hadits:
لحديث جابر - رضى الله عنه - قال: قال رسول اللَّه - صلى الله عليه وسلم -: "مثل الصلوات الخمس كمثل نهرٍ غمرٍ على باب أحدكم يغتسل منه كل يوم خمس مرات


Hadits Jabir Radhiyallahuanhu, berkata: Bersabda Rasulullah SAW: “Perumpamaan shalat lima waktu seperti sungai yang mengalir dipintu kalian, yang digunakan untuk mandi lima kali sehari”. [4]

3.      Menghapus dosa

لحديث أبي هريرة - رضى الله عنه - أن رسول اللَّه - صلى الله عليه وسلم - قال: "الصلوات الخمس، والجمعة إلى الجمعة، ورمضان إلى رمضان مكفرات ما بينهن، إذا اجتنبت الكبائر

Hadits Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Shalat lima waktu,Jumat ke Jumat, Ramadhan ke Ramadhan adalah penutup dosa diantara keduanya bila dosa besar di jauhi” [5]



4.      Cahaya didunia dan diakherat

حديث عبداللَّه ابن عمر - رضي الله عنهما - عن النبي - صلى الله عليه وسلم - أنه ذكر الصلاة يومًا فقال: "من حافظ عليها كانت له نورًا وبرهانًا ونجاة يوم القيامة، ومن لم يحافظ عليها لم يكن له نور، ولا برهان ولا نجاة، وكان يوم القيامة مع قارون، وفرعون، وهامان، وأبيّ بن خلف"


Hadits dari Ibnu Umar RA, dari nabi SAW bahwa ia menyebut shalat pada suatu hari: “ Barangsiapa yang menjaga shalat, maka baginya cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka ia tidak memiliki cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat ia akan bersama Qarun, Firaun, Haman dan Ubay Bin Khalaf.” [6]

5.      Salah satu sebab masuk surga

لحديث ربيعة بن كعب الأسلمي - رضى الله عنه - قال: كنت أبيت مع رسول اللَّه - صلى الله عليه وسلم -، فأتيته بوضوئه وحاجته، فقال لي: "سَلْ" فقلت: أسألك مرافقتك في الجنة، قال: "أو غير ذلك؟" قلت: هو ذاك، قال: "فأعني على نفسك بكثرة السجود[7]
Dari Hadits Rabi’ah Bin Kaab Al Aslami, RA berkata: “ Aku bermalam bersama Rasulullah, Shalallohu Alaihi Wasallam, aku mengambilkan air wudhu dan keperluan beliau, lalu beliau berkata kepadaku : “ Mintalah “, aku berkata: “ Aku meminta menemanimu di Surga, . beliau berkata: “ Adakah yang lain”. Aku berkata: “ Itu saja”. Beliau bersabda: “ Bantulah aku atas dirimu dengan memperbanyak sujud.”[8]

6.      Pahala yang besar seperti berjaga fi sabilillah

لحديث أبي هريرة - رضى الله عنه - أن رسول اللَّه - صلى الله عليه وسلم - قال: "ألا أدلكم على ما يمحو اللَّه به الخطايا ويرفع به الدرجات))؟ قالوا: بلى يا رسول اللَّه، قال: ((إسباغ الوضوء على المكاره، وكثرة الخُطا إلى المساجد، وانتظار الصلاة بعد الصلاة، فذلكم الرباط، فذلكم الرباط[9]


-          Shalat menenangkan hati
-          Shalat secara medis menguatkan imunitas
-          Shalat mempercepat kesembuhan, penelitian yang dilakukan pada tahun 1988 oleh Raddolp Byrd seorang ahli penyakit dalam Amerika.
-          Shalat melancarkan aliran darah ke otak. Ditemukan oleh seorang ahli Amerika Andrew Newberg dari universitas Pynslovania AS,




Sabar secara bahasa bermakna menahan diri dari segala yang tidak disukai [10]
Keutamaan sabar
Sabar memiliki banyak sekali keutamaannya yang dapat mengantarkan seseorang kederajat yang dicintai oleh Allah, diantara keutamaan sabar adalah
1.      Sabar merupakan kebaikan bagi setiap muslim

عَنْ صُهَيْبٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ ، وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلا لِلْمُؤْمِنِ ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Dari Shuhaib RA, berkata Bersabda Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam, “ Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, seluruhnya baik, dan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang muslim, bila ia mendapat kesenangan ia bersyukur, dan syukur itu baik baginya, dan bila ditimpa kesusahan ia bersabar, dan itu baik baginya. “[11]

2.      Allah akan menggantikan yang lebih baik bila bersabar

روى مسلم (918) عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رضي الله عنها أَنَّهَا قَالَتْ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ( مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ " إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ، اللَّهُمَّ أْجرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا " إِلا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

Dari Ummu Salamah Radhiyallahu Anha ia berkata: “ Aku mendengar Rasulullah shallallohu Alaihi Wasallam bersabda: “ Tidaklah seorang muslim mendapat musibah, lalu mengucapkan seperti apa yang diperintahkan oleh Allah dengan ucapan, INNA LILLAH WA INNA ILAIHI RAJI’UN ( Sesungguhnya Kami milik Allah dan akan kembali kepada Allah). ALLAHUMMA AJiRNI FI MUSIBATI WAKHLUFNI KHAIRAN MINHA ( Ya Allah berilah pahala dari musibahku ini dan gantilah dengan yang lebih baik”. Kecuali Allah akan mengantikannya dengan yang lebih baik. [12]
Derajat Sabar
Menurut Ali Bin Abi Thalib sabar ada 3 derajat:
قال علي بن أبي طالب رضي الله عنه : "الصبر ثلاثة : فصبر على المصيبة , وصبر على الطاعة ,وصبر عن  المعصية
Sabar ada tiga derajat: Sabar atas musibah, sabar atas ketaatan, dan sabar dari kemaksiatan”.


[1]  Imam As Syaukani w 1250 H, Tafsir Fathul Qadir, ( Beirut: Dar Ibn Katsir, 1414 H ) juz 4 hal 345
[2]  Sayid Qutub w 1385 H, Tafsir Fi Dzilalil Qur’an, ( Beirut: Darus Syuruq, th 1412 H ) juz 1 hal 142
[3]  Ibnul Qayyim Al Jauziyah w 751 H, Asrarus Shalah, 2004
[4] HR. Muslim no. 668
[5] HR. Muslim no. 233
[6]  Di Takhrij oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya 11/141, Darimi 2/301, Al Mundiri dalam Targhib wa Tarhib 1/440, Imam Ahmad berkata sanad hadits ini Jayyid ( bagus ).
[7]  HR. Muslim no. 489
[8] HR. Muslim no. 489
[9] HR. Muslim no. 261
[10]  Muhammad Mahmud al Hijazi, Tafsir Al Wadhih  ( Beirut: Dar Al jail Al Jadid, 1413 H ) Juz 1 hal 88.
[11] HR. Muslim no. 2999
[12] HR. Muslim no. 918