Jumat, 12 Juli 2013

Tiga Indikasi Kesuksesan


 
عن عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ : قُلْتُ : يَارَسُولَ اللهِ ، مَا النَّجَاةُ ؟ قَالَ : امْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ ، وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ ، وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ.

“Dari Uqbah bin Amir, Aku berkata: Wahai Rasulullah, apakah kesuksesan itu?, Rasulullah bersabda: “ Jagalah lidahmu, lapangkanlah rumahmu, tangisilah dosa-dosamu.[1]

Rasulullah terkadang menjawab pertanyaan para sahabat dengan jawaban yang tidak langsung, ini sebagai pelajaran untuk mereka bahwa jawaban yang Rasulullah sebutkan kedudukannya lebih baik dari apa yang difikirkan oleh para sahabat.


Contoh:

Rasulullah ditanya oleh seorang Badui tentang kapan hari kiamat.

حديث أنس رضي الله عنه : ((أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ : يَا رَسُولَ الله , مَتَى السَّاعَةُ قَائِمَةٌ ؟ قَالَ : وَيْلَكَ ! وَمَا أَعْدَدْتَ لَهَا ؟ قَالَ : مَا أَعْدَدْتُ لَهَا إِلَّا أَنِّي أُحِبُّ الله وَرَسُولَهُ , قَالَ : إِنَّكَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

Hadits Anas Radhiyallahu Anhu: Seseorang dari penduduk desa datang kepada Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam lalu berkata: “ Wahai Rasulullah, kapankah terjadinya hari kiamat.?, Rasulullah menjawab: “ Celakalah, Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menghadapinya, orang itu berkata: “Aku tidak mempersiapkan selain aku mencintai Allah dan Rasulnya. Rasulullah bersabda: “ Kamu bersama orang yang kamu cintai “.[2]



TIGA INDIKASI KESUKSESAN

1.       Menjaga lidah

·         Setiap perkataan akan dihisab Allah

Lidah tak bertulang, begitu ungkapan orang. Terkadang kita mengucapkan perkataan yang tidak kita sadari benar atau salahnya, padahal semua itu akan di hisab oleh Allah.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيد) [ق: 18]

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir. ( Qaf:18 )

Nabi ditanya tentang perkara yang paling banyak menyebabkan masuk neraka, beliau menjawab: mulut dan kemaluan ( Tirmidzi berkata ini hadits hasan Sahih )


·         Bicaralah dengan perkataan yang baik, atau diam.

وعن أبي هريرة -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم جاره، ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه رواه البخاري ومسلم.

Dari abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, bersabda Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata benar atau diam, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tetangganya, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia memuliakan tamunya. [3]


Lurusnya lisan cermin lurusnya hati

وعن أنس بن مالك رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "لا يستقيمُ إيمانُ عبدٍ حتى يستقيمَ قلبُهُ، ولا يستقيمُ قلبُهُ حتى يستقيمَ لسانُـهُ، ولا يدخلُ الجنـةَ حتى يأمنَ جارُهُ بَوائقَهُ\".
[رواه أحمد، وابن أبي الدنيا في "الصمت"، وحسنه الألباني(

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda,: Tidaklah lurus iman seorang hamba hingga lurus hatinya,dan tidak lurus hatinya hingga lurus lisannya, dan tidak akan masuk surge hingga tetangganya aman dari perilakunya. [4]


 Perkataan bisa mengundang Rahmat Allah atau laknat-Nya


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، قَالَ:إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ ، عَزَّ وَجَلَّ ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً ، يَرْفَعُهُ اللهُ بِهَا دَرَجَاتٍ ، وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ ، لاَ يُلْقِي لَهَا بَالاً ، يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ.أخرجه أحمد 2/334(8392) . والبُخاري (6478) .

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba berkata dengan perkataan yang mengundang keridhaan Allah Azza wa Jalla tanpa disadarinya Allah akan menganngkat derajatnya, dan seorang hamba berkata dengan perkataan yang mengundang murka Allah tanpa disadarinya hingga menyebabkannya masuk neraka Jahannam.[5]




2.       Perhatian kepada rumah tangga

·         Memilih jodoh terbaik

\"تنكح المرأة لأربع: لمالها، وحسبها، ولجمالها، ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك\" متفق عليه

·         Tarbiyah anggota keluarga dari istri dan anak-anak

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ - رضى الله عنهما - أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ:كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فَالإِمَامُ رَاعٍ ، وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، وَالرَّجُلُ في أَهْلِهِ رَاعٍ ، وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، وَالْمَرْأَةُ في بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهْىَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا ، وَالْخَادِمُ في مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ ، وَهْوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ.

Dari salim bin Abdillah, dari Abdillah bin Umar- radhiyallahuanhuma- dia mendengar Rasulullah – shalallahu alaihi wa sallam bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin atas yang dipimpinnya, imam adalah pemimpin, laki-laki dirumahnya pemimpin ia akan ditanya akan yang dipimpinnya, wanita dirumah suami adalah pemimpin atas yang dipimpinnya, penjaga harta tuannya adalah pemimpin ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. [6]


3.       Menangisi dosa-dosa

Tiga mata yang tidak akan diazab

عن معاوية بن حيدة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : \"ثلاثةٌ لا ترى أعينُهم النارَ: عينٌ حَرَسَت في سبيلِ اللهِ، وعينٌ بَكَت مِن خشيةِ اللهِ، وعينٌ كَفَّت عن مَحارمِ اللهِ

Dari Muawiyah bin Hidah – radhiyallahu anhu- berkata, bersabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, ada tiga mata yang tidak akan disiksa dari api neraka: mata yang terjaga di jalan Allah, mata yang menangis takut karena Allah, dan mata yang menutup dari apa yang diharamkan Allah.[7]



[1] HR. Ahmad 4/148 no 17467. Tirmidzi 2406, ia berkata hadits hasan, Albani mensahihkan no.888.
[2]  HR. Bukhari Muslim ( Sahih )
[3] HR. Bukhari Muslim
[4] HR. Ahmad, Ibnu Abi Dunya dalam kitab As Shamt, Al Bani menghasankan )
[5] ( HR. Ahmad 2/334 ( 8392 ) Bukhari no.6478.

[6] HR. Ahmad no.6026, Bukhari 2751, Muslim 4755
[7] HR. Thabrani, rawi tsiqat ( Al Bani Hasan lighairihi )