Kamis, 11 Juli 2013

Kendaraan Iman




Dikisahkan bahwa Ibrahim bin Adham  hendak melakukan perjalanan ke Baitullah. 

Tiba-tiba seorang  Arab Badui berseru dari atas onta yang di tungganginya dan bertanya: “ Wahai orang tua, hendak kemanakah engkau?”

Ibrahim bin Adham menjawab: “ Aku hendak ke Baitullah”. Arab Badui itu menyahut:” Engkau seperti orang gila wahai orang tua, aku tidak melihat kendaraan yang akan kau tunggangi dan perbekalan yang engkau siapkan, sedang perjalanan sangatlah jauh.

Ibrahim bin Adham berkata: “Sesungguhnya aku memiliki kendaraan, namun kamu tidak melihatnya.
Arab Badui itu berkata: “ Apa itu?”

Ibrahim bin Adham berkata: “ Jika aku ditimpa musibah aku akan mengendarai kendaraan SABAR, jika aku dikaruniai kenikmatan, aku akan mengendarai kendaraan SYUKUR, jika aku mendapatkan takdir  aku mengendarai kendaraan RIDHA, jika hawa nafsuku memerintahkan sesuatu, aku mengetahui bahwa sisa umurku lebih pendek dari  yang sudah berlalu.

Arab Badui itu berkata: “ Pergilah dengan izin Allah, engkau memang memiliki banyak kendaraan sedangkan aku hanya pejalan kaki.[1]




[1] Musthafa Murad, Alfu Qishatin wa Qisah, ( Mesir: Darul fajr At Turats 2012, ) hal 94

Tidak ada komentar:

Posting Komentar