Kamis, 05 September 2013

Kudeta Mesir Masuki Fase Kedua; Tahap Penggulingan Hamas

 Kudeta militer yang terjadi di Mesir kini telah memasuki fase kedua. Pasukan keamanan di bawah komando Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, komandan angkatan bersenjata Mesir telah memulai serangan bertahap untuk menggulingkan gerakan Hamas di Jalur Gaza. Langkah ini didukung oleh hasutan dari media Mesir pro-Al Sisi. Meskipun kekuatannya masih samar-samar tapi para aktivis sudah mulai merancang aksi protes terorganisir terhadap pemerintah di Jalur Gaza. Mereka diyakini telah menerima bantuan keuangan dari Uni Emirat Arab.

Sebuah situs berita berbahasa Arab Asrar Arabiya mencermati adanya tanda-tanda gerakan kampanye yang diprakarsai oleh Mesir untuk menyerang Hamas dan menggulingkan pemerintahan di Gaza. Sementara itu sumber lain menyebutkan keterlibatan UAE dalam memprakarsai kampanye ini bekerjasama dengan seorang Palestina, mantan pimpinan Fatah, Mohammed Dahlan yang merupakan konsultan putra mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed. Dahlan sebelumnya terusir dari Gaza setelah gagal menggulingkan pemerintahan Hamas yang terpilih secara demokratis.

Beberapa minggu terakhir Mesir begitu aktif melakukan kampanye besar-besaran melawan terowongan di perbatasan Rafah. Terowongan-terowongan tersebut biasanya digunakan sebagai jalur untuk mengangkut barang-barang dan berbagai kebutuhan ke Gaza yang menderita akibat blokade ketat oleh Israel. Pihak keamanan Mesir juga diberitakan telah menghancurkan lebih dari 500 rumah di dekat perbatasan Jalur Gaza dan membersihkan sejauh 500 meter ke dalam wilayah teritorial Mesir.

Operasi penghancuran rumah-rumah Palestina di Perbatasan dengan Gaza ini merupakan pertama kali terjadi sepanjang hubungan Mesir-Palestina. Operasi ini telah menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi di wilayah tersebut serta mengisyaratkan kemungkinan aksi militer Mesir melawan Hamas dan terowongan. Penduduk setempat yang berada di wilayah Mesir meyakini bahwa operasi ini dirancang untuk memperkuat blokade atas Gaza.

Kampanye Propaganda


Tindakan militer Mesir yang didukung oleh propaganda media pro kudeta berupaya menghasut warga Palestina untuk memberontak terhadap Hamas. Intervensi yang sangat jelas dan terang-terangan ini belum pernah terjadi sebelumnya terhadap urusan dalam negeri Palestina. Sementara dalam waktu yang sama media-media tersebut mengkritik non-Mesir yang ikut campur dalam urusan politik Kairo.

Publik dibuat terkejut dengan kemunculan seorang jurnalis "Faraein" kontroversial Mesir terkenal, Tawfik Ukasyah di layar televisi pada Sabtu malam dengan wacana kontroversi yang tak pernah dibawakan sebelumnya. Ukasyah menyatakan bahwa Palestina harus bangkit melawan Hamas dan tentara Mesir akan mendukung mereka dengan kekuatannya untuk membantu menumpas gerakan tersebut (Hamas-red).

Ukasyah begitu dekat dengan Jenderal As-Sisi dan ia merupakan "defender" andalan untuk membela militer. Sudah diyakini secara luas oleh rakyat Mesir bahwa Ukasyah memiliki posisi resmi di tubuh militer. Dia (Ukasyah) menerima instruksi langsung dari Departemen Moral dan Kecerdasan Militer untuk mendirikan chanel televisi Faraein.

Pemberontakan Gaza


Sementara itu sebuah gerakan baru telah muncul di Gaza. Mereka menamai dirinya dengan Tamarod Gaza atau Pemberontakan Gaza. Gerakan ini menyeru warga Palestina di Gaza untuk melakukan aksi protes melawan pemerintah Hamas pada 11 November mendatang. Kemunculan gerakan ini telah menimbulkan kontroversi di jalanan Palestina.

Mayoritas rakyat Palestina percaya bahwa anggota gerakan Tamarod Gaza merupakan perpanjangan tangan dari gerakan kotra-revolusi yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab untuk menggulingkan Arab Spring dan pemerintahan Islam di dunia Arab. Gerakan ini mirip dengan Tamarod Mesir yang dipimpin oleh seorang berkebangsaan Mesir, Mahmoud Badr. Badr dikenal dengan Mahmoud Cannabis karena vonis keterlibatannya sebelum ini dalam bisnis ganja. Badr memiliki relasi yang kuat dengan Uni Emirat Arab dan diizinkan untuk bertemu dengan menteri luar negeri UEA, Sheikh Abdullan bin Zayed Al Nahyan.

Orang-orang Palestina juga percaya bahwa Mohammed Dahlan telah memprovokasi konflik di wilayah Sinai dan menyeret tentara Mesir dalam konfrontasi dengan Gaza. Dahlan juga diyakini memiliki cita-cita untuk menggulingkan pemerintah Hamas di Gaza, sebagaimana Ikhwanul Muslimin di Mesir berhasil digulingkan.
sinaionline