Kamis, 05 September 2013

Perbedaan Antara Pujian dan Syukur



Dilihat dari titik perbedaan, maka al-hamd  ( pujian) itu lebih umum daripada syukur dari satu sisi. Tetapi syukur pun lebih umum daripada al-hamd , di sisi lain:

1.   Kata al-hamd ( memuji ) lebih umum dari kata al-syukr ( berterimakasih )  dilihat dari apa yang terjadi padanya. Kata al-hamd digunakan ketika mendapat ni’mat dan musibah dari Allah, sementara kata syukur hanya digunakan ketika mendapat ni’mat saja.

2.    Kata al-syukr lebih umum dari kata al-hamd dari segi perangkat penggunaannya. Syukur bisa melalui lisan dan hati serta anggota tubuh (fisik); syukur lisan, syukur amalan, dan syukur ma’nawi (batin). Sebagaimana dikatakan dalam sya’ir:


أفادتكم النعماء منى ثلاثة                   يدي ولسانى والضمير المحجبا

“Nikmat paling berharga yang telah kalian peroleh dariku ada tiga macam; yaitu melalui kedua tanganku, lisanku dan hatiku yang tidak tampak ini”.

Sementara al-hamdu hanya diekspresikan dengan kata-kata.

3.      Perbedaan antara al-hamd dan al-syukr  dalam hal antonimnya; al-hamd ( memuji ) lawannya adalah mencela, sementara kata al-syukr ( terimakasih ) lawannya kufur ( ingkar ).

Imam Ismail bin Hammad al-Jauhari seorang pakar bahasa dalam karyanya al-Shihah mengatakan bahwa perbedaan antara kata al-hamd dan al-syukr adalah, bahwa kata al-hamd dilawankan dengan kata al-dzam (celaan) sementara kata al-syukr dilawankan dengan al-kufr (pengingkaran). Kata al-Tahmid lebih kuat maknanya daripada kata al-hamd, kata al-hamd lebih umum maknanya daripada kata al-syukr, dan kata al-madh lebih umum maknanya daripada kata al-hamd.[1]


[1] Tafsir Ibnu Katsir hal 49