Senin, 07 Oktober 2013

Keutamaan Amalan Sepuluh Awal Bulan Dzul Hijjah



Bulan Dzul Hijjah telah datang, bulan yang secara khusus Allah sediakan untuk kaum muslim menunaikan ibadah haji, sebagai rukun Islam yang kelima. Didalamnya terdapat banyak keutamaan amal, pun Allah menyebutkan awal bulan Dzul hijjah di dalam firman-Nya:

وَالْفَجْرِ(1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Demi fajar, dan malam yang sepuluh

Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam tafsirnya, bahwa maksud “ Malam yang sepuluh “ adalah sepuluh awal bulan Dzul Hijjah[1]. Maksudnya adalah ketika Allah sebutkan didalam Al Qur’an berarti ada rahasia besar yang ingin Allah ungkapkan kepada manusia akan kebaikan yang ada didalamnya.

Beberapa keutamaan bulan Dzul Hijjah diantaranya adalah:
1.       Amalan baik mendapat balasan berlipat ganda

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله : «مَا الْعَمَلُ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِى هَذِهِ. قالوا: ولا الجهاد. قال: وَلاَ الْجِهَادُ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَىْءٍ.

Dari Ibnu Abbas ra. Berkata,”Telah bersabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam,”Tidak ada amal yang lebih utama dilakukan, melainkan amal yang dikerjakan pada hari-hari ini, para sahabat bertanya,” Tidak juga jihad, Nabi menjawab,” Tidak. Kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya hingga tidak kembali.”[2]
Maksud dari jawaban Rasul tentang “ Tidak ada amalan yang lebih utama” pada awal Dzul Hijjah bukan berarti menafikan jihad, namun keutamaan jihad ada di satu sisi dan keutamaan sepuluh hari awal Dzul Hijjah disisi lainnya.

2.       Ibnu Hajjar Al Atsqalani menyebutkan bahwa sebab awal bulan Dzul Hijjah memiliki keistimewaan dibanding bulan lain karena induk ibadah, seperti ibadah haji, shalat, puasa dan sadaqah ( qurban ), tidak seperti bulan-bulan lain.

3.       Pada awal Dzul Hijjah turun firman Allah yang menyatakan tentang  telah sempurnanya syariat Allah dan itu terjadi pada haji Wada’ ( haji perpisahan ) karena tidak lama setelah itu Rasulullah wafat.

Firman Allah itu adalah:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. ( Al Maidah:3 )

4.       Puasa sunnah Arafah ( 9 Dzul Hijjah ) merupakan puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah dalam sabdanya:

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضيةً ومستقبلةً
Puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.[3]

5.       Qurban 

Artinya dekat, yaitu orang yang berkurban tujuannya hanya ingin mendekat kepada Allah dengan amal kebaikan. Menyembelih hewan kurban lalu dagingnya diberkan kepada orang lain yang lebih berhak untuk menerimanya.
Rasulullah bersabda:
" من كان له سَعَةٌ ولم يُضَحِّ ، فلا يَقْرَبَنَّ مُصَلانا
Barang siapa yang memiliki keluasan rezeki namun ia tidak berkurban, jangan dekati tempat shalatku” ( HR. Ahmad, Hakim, Ibnu majah, dari Abu Hurairah )

 Semoga kita bisa memaksimalkan kesempatan kebaikan yang Allah ‘ obral ’ dihadapan kita. fzn


[1] Tafsir al Quranil Adzim, Ibnu Katsir
[2] HR. Bukhari
[3] HR. Muslim, Ahmad dan At Tirmidzi