Rabu, 23 Oktober 2013

Ayah



Sore itu terjadi percakapan antara seorang ayah yang sudah renta, usianya sekitar 80 tahun, dengan putera sulungnya yang berusia sekitar 45 tahun.

Sang ayah menghampiri puteranya yang sedang memberi makan burung Pipit kesayangannya didekat jendela.

Ayah: “Apa ini”.
Anaknya menjawab: ini Burung pipit kesayanganku ayah,
 ( Lalu ayahnya masuk kedalam rumah. Tak lama kemudian, ia kembali lagi ke arah  anaknya lalu bertanya kembali ).

Ayah:  “Apa ini”
Anaknya menjawab: “Ini Burung pipit kesayanganku ayah”.
 ( Kembali sang ayah masuk ke ruangan, sebentar kemudian berbalik lagi ke arah  anaknya lalu bertanya kembali ).

Ayah: “Apa ini”
Anaknya menjawab dengan nada tinggi dan geram: “ Bukankah aku aku sudah katakan ini burung Pipit ! Apakah ayah tidak dengar! Apakah ayah tidak lihat ! heeh! Dasar pikun !”
Dengan sedih sambil tertunduk sang ayah masuk kedalam kamarnya kembali, lalu ia mengambil secarik kertas lusuh, terlihat sudah termakan usia. Lalu ia menyerahkan kepada anaknya dan berkata,” Bacalah tulisan ini”

Si anak mulai membaca:

Hari ini usia anakku genap tiga tahun. Lucu sekali dia, berlari kesana kemari, melompat dengan riang gembira. Tiba-tiba ia mendengar suara burung pipit di kebun rumah dan bertanya kepadaku: “ Suara apa itu ayah?”. Aku menjawab: “ Itu suara burung pipit. Anakku kembali bermain dan mengulangi kembali pertanyaan yang sama sebanyak  30 kali, aku sabar menjawabnya  sambil tertawa dan bercanda riang dengannya hingga kami beristirahat.

Setelah membaca itu, sang anakpun memeluk ayahnya sambil tersedu-sedu.
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. ( Al Isra:23 )

 Rama & Biyung I Love You