Jumat, 08 April 2016

BERHATI-HATILAH DENGAN DUNIA



Secara Bahasa, kata ‘Ad Dunya” berarti dekat, sementara dan habis.secara istilah, dunia adalah alam tempat manusia hidup sekarang, hinga wafat, sebelum menuju alam akherat, meskipun secara fisik kita manusia menetap di planet Bumi dalam urutan Tata Surya dengan matahari sebagai porosnya. Ternyata keterbatasan ilmu manusialah yang mengatakan pendapat seperti itu, kenyataanya Allah Maha Kuasa, banyak planet yang jauh diluar kemampuan manusia untuk menemukannya.

Al Qur’an menggambarkan sifat-sifat dunia, dengan bermacam-macam frasa, namun mayoritas sifat-sifat dunia adalah sementara, fana dan singkat.

1.       Kenikmatan sesaat

 Ternyata dunia yang diagungkan bak sang raja, dihargai bak perhiasan mulia. Harta benda kekuasaan, kerajaan, pengaruh di mata Allah hanya sedikit, sedangkan akherat lebih kekal dan lebih utama. Firman Allah:

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى

Katakanlah, kenikmatan dunia itu sedikit, dan akherat lebih baik bagi orang yang bertakwa ( QS. An Nisa: 77)

Menurut Imam As Sa’di dalam tafsirnya, “Kenikmatan dunia yang sedikit itu seharusnya
Membuat kita lebih bersabar dalam melaksanakan ibadah, karena beratnya ibadah hanya sesat saja. Sedangkan kenikmatan akherat lebih kekal disbanding dengan kenikmatan dunia yang hanya sesaat, baik waktu, jenis kenikmatan maupun kenikmatan itu sendiri.[1]

2.       Senda gurau dan permainan belaka


اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ

“Ketahuilah sesungguhnya kehidupan dunia adalah permainan, senda gurau..”(QS. Al Hadid:20)

Permainan dunia kadang curang, tak peduia aturan yang penting menang, untung dan berhasil mengabaikan proses dan kejujuran serta hakmanusia danhak Allah. Sedangkan balasan diakherat hanya dua macam. Azab kekal di neraka atau nikmat kekal di surga[2], maka pertimbangkanlah hidupmu untuk melakukan hal-hal yang dilarang. Karena ancamannya adalah neraka yang kekal abadi.



3.       Kenikmatan yang melenakan
وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور
“Dan Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan kenikmatan yang melenakan” ( QS. Al Hadid: 20)

Tiada kenikmatan yang melenakan kecuali kehidupan dunia. Sehingga orang-orang yang begitu mencintai kehidupan dunia adalah tertipu. Beruntunglah orang-orang yang bertakwa yang dalam kehidupannya selalu taat. Karena orang-orang yang taat tidak akan pernah terlena baik niat maupun perbuatannya untuk akherat.[3]

Rasulullah bersabda:

( كن في الدنيا كأنك غريب ، أو عابر سبيل )

“Jadilah kamu di dunia, ibarat orang asing atau musafir” (HR. Bukhari)

Kesimpulan:

·         Berhati-hatilah selama hidup di dunia
·         Dunia hanya sementara, sedikit dan melenakan
·         Pergunakan dunia untuk bekal akherat, jangan tertipu dengan kenikmatananya




[1] Ibrahim Nashir As Sa’di, Taisir Karim Ar Rahman  fi Tafsir Kalamil mannan, (Muassasah Ar Risalah, 1420H) jilid 1 hal 187.
[2] Ibnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir,(Dar Tayibah, 1420) jilid 8 hal 24
[3] Al Wahidi, Al Bastih,(Univ. Islam Madinah, 1430 H) jilid 21 hal. 300