Kamis, 18 April 2013

Hobi-Hobi

Liem Swie King Legenda Indonesia dengan Smash yang mematikan lawan.
Legenda bulu tangkis Indonesia, meminta para pemain bulu tangkis Indonesia tidak perlu takut menghadapi pemain-pemain utama dunia.

"Kalau kita selalu menjaga kondisi dan konsistensi dalam pertandingan, kita akan selalu siap menghadapi pemain dengan kemampuan apa pun," kata Liem Swie King di Jakarta, Rabu (21/3).

Liem Swie King merupakan pemain legendaris Indonesia pada dekade 1970-1980-an. Di masa jayanya, pemain kelahiran Kudus ini pernah tiga kali menjadi juara tunggal putera All England (1978, 1979 dan 1981). King juga dikenal piawai bermain ganda putera bersama Christian Hadinata, Kartono Hariatmanto atau pun Bobby Ertanto. Ia mengundurkan diri di usia 32 pada 1988.

King muncul setelah surutnya era kegemilangan maestro bulu tangkis Rudy Hartono. Berbeda dengan gaya permainan Rudy yang mengandalkan strokes, permainan Liem Swie King pada awal karirnya sangat mengandalkan tenaga dan kecepatan yang dikenal dengan gaya permainan "speed and power game." King juga yang memopulerkan smash dengan loncatan yang dikenal dengan istilah, "King's smash."

King juga dianggap sebagai pemain dengan stamina yang luar biasa. Ia mampu bermain rangkap tunggal dan ganda pada saat permainan bulu tangkis masih menggunakan sistem service over dengan angka maksmial 18.

Menurut King yang telah berusia 56 tahun, perkembangan gaya permainan di tunggal saat ini jauh berbeda dengan ganda putera. "Di nomor ganda permainan sekarang sangat cepat dan membutuhkan defense yang sangat bagus. Sementara untuk tunggal masih ada reli mau pun drive yang tidak jauh berbeda dengan jaman saya," kata King.

Menurutnya, mandeknya perkembangan teknik di nomor tunggal putera diperlihatkan dengan masih eksisnya pemain-pemain lama sepertri Lee Chong Wei, Lin Dan, Peter Gade bahkan Taufik Hidayat. "Teknik dan stroke mereka memang bagus dan sistem poin sekarang membantu mereka masih mampu bersaing dengan pemain muda," kata King.

Karena itulah, final Olimpiade London Juli mendatang menurut King keumungkinan besar akan mempertemukan Lee Chong Wei dan Lin Dan. "Memang secara motivasi, Lee Chong Wei lebih tinggi karena belum pernah juara. Tetapi kalau menurut saya, Lin Dan akan meraih lagi medali emas olimpiade."

Membandingkan permainan pemain sekarang dengan pada masa jayanya, King mengatakan ia sanggup mengalahkan Lin Dan atau pun Lee Chong Wei. "Tetapi dengan kondisi saya pada usia 20-an ya. Jangan membayangkan saya pada masa menjelang pensiun. Saya kira kalau seusia, saya masih bisa. Setidaknya permainan akan berlangsung seru..."