Senin, 20 Mei 2013

Empat Wasiat Terkait Ramadhan

Pergunakanlah  waktumu dengan sebaik-baiknya baik ketika bekerja maupun tidak, waktu luang adalah nikmat yang kebanyakan manusia tidak mengetahuinya nilainya,

 Rasulullah bersabda:

نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس , الصحة والفراغ

“ Dua nikmat yang kebanyakan manusia terlena karenanya, yaitu sehat dan waktu luang” ( Shahih Sunan Ibnu Majah )

Wasiat Pertama 
1.      Terkait dengan aktifitas keduniaan

Seperti telah diketahui bersama bahwa aktifitas keduniaan ada yang bersifat penting dan mendesak, ada pula aktifitas yang tidak terlalu penting. Pada waktu-waktu yang berharga selama Ramadhan, hendaklah setiap orang yang berfikir  mempertimbangkan mana aktifitas yang terpenting dari aktifitas yang penting. Hendaklah setiap diri bertanya sebelum melakukan suatu perbuatan, apakah perbuatan yang akan dilakukan tersebut bernilai penting atau ada perbuatan lain yang lebih urgen. Ibnul Qayyim selalu menyibukkan diri dengan aktifitas yang lebih utama dibanding urusan yang lain. Seolah beliau tidak memiliki waktu luang. Beliau berkata: “ Suatu hari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata kepadaku tentang perkara mubah. “ Perkara ini dapat menghilangkan derajat yang tinggi.”( maksudnya adalah golongan yang memiliki tujuan tinggi dalam memperoleh pahala).  Ini tidak dilakukan oleh golongan yang mengharapkan derajat yang tinggi. meninggalkan perkara ini merupakan salah satu syarat memperoleh kesuksesan.” 

Wasiat Kedua
2.      Terkait dengan waktu
Janganlah kamu membiarkan waktu berlalu sia-sia tanpa melakukan kesibukan yang bernilai ketaatan, seperti  berzikir, tilawah Al Qur’an, atau mendengarkan ayat Al Qur’an, menyuruh yang makruf dan mencegah yang munkar atau berusaha memenuhi hajat kaum muslimin sesungguhnya hal yang demikian itu merupakan sebaik-baik pendekatan kepada Allah. Atau menyaksikan siaran islami seperti chanel Ar Rahmah, Ar Risalah, An Nas, Iqra’ Al Aqsha atau Al Khalijiyah,atau membantu kawan-kawanmu dalam mengulang atau mempersiapkan tugas-tugas belajar bersama, atau dengan membantu anggota keluarga yang lain seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Abi Hatim Ar Razi begitu memaknai Ramadhan tidak seperti bulan-bulan lain, beliau tidak melalaikan waktu sedikitpun, hal ini disebutkan oleh anaknya yaitu Abdurrahman seraya berkata: “ Aku membacakan Al Qur’an dan menuliskan ilmu dari ayahku sambil berjalan. Bahkan aku membacakan Al Qur’an dan menuliskan ilmu meski ayahku berada dikamar mandi, sedang aku berada diluar. Ayahku mendengar dan tidak berbicara. Ketika beliau keluar dari kamar mandi, beliau berkata kepadaku, engkau salah pada ini dan ini...seharusnya begini dan begini..
Balasan sesuai dengan jenis amalnya, sebagian dari buah mengefektifkan waktu beliau adalah menulis kitab tafsir dengan banyak jilid, ia juga menulis Kitab Al Jarh Wa Ta’dil sebanyak Sembilan jilid, dan musnad sebanyak seribu juz , jumlah yang tak terfikirkan oleh hati siapapun. 

Wasiat Ketiga 
3.      Terkait dengan ketaatan

Selalu memfokuskan kepada aktifitas ketaatan yang memiliki nilai lebih, tak diragukan lagi bahwa aktifitas ketaatan di bulan Ramadhan seperti membaca Al Qur’an, berdzikir, lebih utama dari pada membaca dan mempelajari ilmu-ilmu yang lain. Sedangkan dalam hal dzikir, pergunakanlah disela-sela waktu sehingga kamu memiliki keuntungan besar disela-sela waktu yang terbatas.

Wasiat Keempat
4.      Terkait dengan hubungan umum
Dalam bekerja, belajar atau dijalan, saya ingin mengatakan kepadamu  bahwa hal yang tak mungkin dihindari dan berdampak buruk bagi hati adalah berinteraksi dengan manusia lain. Ini bukanlah ucapan saya, akan tetapi ucapan  Rasulullah yang mengatakan:
من يخالط الناس ويصبر على أذاهم خير ممن لا يخالط الناس ولا يصبر على أذاهم
“ Barangsiapa yang berinteraksi dengan manusia dan bersabar atas perilaku buruk mereka, lebih baik daripada seseorang yang tidak berinteraksi dengan manusia dan tidak pula bersabar dengan perilaku buruk mereka”

Untuk itulah saya katakan kepadamu agar selalu melakukan dialog untuk memperbaiki agama.

"من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه ، لا ينقص ذلك من  أجورهم شيئاً

“ Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tidak dikurangi dari pahalanya sedikitpun” ( HR. Muslim )

Bila ada orang yang berkata kepadamu: “ Apakah kamu melihat tayangan sinetron kemarin”? maka katakanlah kepadanya: “Apakah engkau sudah membaca Al Qur’an kemarin”?.
 Sehingga bila orang tersebut mendengarnya ada dua kemungkinan, pertama ia akan mengikutimu ,atau ia akan membencimu. Seperti kata pepatah:
بدلاً من إضاعة الوقت في جمع الأوراق الطائرة والمبعثرة ؛ قم بإغلاق النافذة
“ Dari pada menghabiskan waktu untuk mengumpulkan kertas yang beterbangan tertiup angin, tutup saja jendelanya”.

Dalam perjalanan menuju Allah, engkau akan menemui golongan yang lemah cita-citanya dan disisi lain ada golongan yang tinggi cita-citanya, hendaklah engkau bersama golongan yang memiliki cita-cita tinggi, bersih niatnya, baik akhlaknya. Tinggalkanlah sikap berdiam diri namun jadilah engkau bersama golongan terdepan dalam menggapai  keridhaan Allah, bila engkau mendapati mereka, tetaplah bersama mereka.

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS.  Al Kahfi: 28 )

Berhati –hatilah bila menjadikan Ramadhan sia-sia dengan bercanda, banyak tertawa, perbuatan sia-sia, dan menghabiskan waktu dengan sesuatu yang tidak berguna. Sesungguhnya hati yang terpaut dengan Allah adalah hati yang tenang dan damai.

Rasulullah bersabda:

إن العبد ليتكلم بالكلمة من سخط الله لا يلقي لها بالاً .( فيهوى بها فى النار سبعين خريفاً
"
“ Sesungguhnya seorang hamba berkata-kata dengan perkataan yang mengundang murka Allah tanpa disadari, sehingga menyebabkannya dimasukkan kedalam neraka selama 70 musim” ( Shahih Targhib Wa Tarhib )

Maka apabila engkau melakukan aktifitas yang menyibukkanmu dengan baik, maka setiap detik dalam hidupmu akan berbuah ketaatan. Seperti wirid Al Qur’an yang tidak terbatas dari satu atau dua juz, akan tetapi tiga atau empat juz. Sedangkan wirid tasbih engkau bisa membacanya ribuan kali.