Jumat, 09 Agustus 2013

Makna Iedul Fitri


Selepas Ramadhan adalah saat yang menggembirakan bagi kaum muslimin. Mereka akan merayakan hari raya idul fitri 1434. Sudah menjadi tradisi bertahun tahun di Indonesia khususnya akan mudik, sebagai ritual rutin setiap tahun. Meski berdesak desakan dan macet berhari hari asal tiba di kampung halaman tercinta tempat dibesarkan bunda. Bagi mereka yang memang berasal dari perkotaan seperti Jakarta dan sekitarnya, mereka akan menghabiskan liburan dengan berkunjung kesanak saudara disekitar. Ada lagi yang bepergian ke tempat pariwisata, tak heran tempat-tempat wisata penuh dengan pengunjung. Itulah sekelumit aktifitas masyarakat pasca Ramadhan. Mereka meluapkan kegembiraan dengan berbagai hal tersebut.

Namun apakah demikian cara beridul fitri? Sah sah saja jika masyarakat demikian. Toh dibolehkan selama tidak melalaikan kewajiban mereka kepada Allah. Jangan sampai mengejar mudik sampai tidak shalat lima waktu, jangan sampai berlibur ke tempat wisata hingga lupa bersilaturahim kepada tetangga, guru dan sanak saudara. Silahkan berlibur namun karena itu hak hamba, namun hak Allah lebih prioritas untuk ditunaikan. Laisal ied liman labisal jadiid lakinahu man thaathu taziid. ( Bukanlah Ied bagi yang berpakaian serba baru, akan tetapi bagi mereka yang ketaatannya bertambah ).
Jangan sampai kesucian Ramadhan kembali dikotori oleh dosa dan maksiat. Jangan sampai ketaatan di bulan Ramadhan tidak dilaksanakan kembali diluar Ramadhan. Selamat beriedul fitri mohon maaf lahir dan bathin.