Rabu, 28 Agustus 2013

Sempurnakan Usahamu Dengan Berserah Diri kepada Allah




قل لا أملك لنفسي نفعا ولا ضرا إلا ما شاء الله ولو كنت أعلم الغيب لاستكثرت من الخير وما مسني السوء إن أنا إلا نذير وبشير لقوم يؤمنون- (الأعراف:188.
Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman". ( Al A’raf: 188 )

Sebab Turun Ayat

Imam Al Baghawi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa sebab turun ayat ini adalah kisah pada hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yaitu:

عن ابن عباس رضي الله عنهما أن أهل مكة قالوا: يا محمد! ألا يخبرك ربك بالسعر الرخيص قبل أن يغلو، فتشتري عند الغلاء، وبالأرض التي تريد أن تجدب، فترتحل منها إلى التي قد أخصبت

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma bahwa penduduk Mekkah berkata: “ Wahai Muhammad, Tidakkah Tuhanmu memberitahukan harga yang murah sebelum menjadi mahal, hingga engkau membelinya pada saat mahal, atau tanah mana yang akan tandus hingga engkau dapat berpindah ke wilayah yang subur.[1]

Ayat ini memiliki kandungan akidah dan pokok penting dalam agama Islam, yaitu keyakinan akan ke Mahakuasaan Allah atas segala makhluknya, tiada yang mengetahui apa yang akan terjadi esok kecuali Allah, tidak ada yang mengetahui apa yang akan lenyap dan binasa esok hari melainkan semua ada dalam kekuasaan Allah. Rasulullah pun ketika ditanya dalam ayat diatas mengatakan bahwa beliau hanyalah pemberi peringatan, pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Dan beliau tidak bisa menentukan apa yang akan terjadi esok hari. Manusia hanya bisa berencana, mereka, menerka dan memanage hidup, namun hasil akhir tetapAllah yang menentukan. 

Rasulullah menyebutkan seandainya Beliau hal-hal ghaib yang belum terjadi atau yang akan terjadi, maka beliau akan memperbanyak kebaikan. Namun sejarah mencatat bahwa Rasullah berperang, menang dan kalah silih berganti. Semua ada hikmah yang bisa dipetik.

Imam Al Alusi menyebutkan dalam tafsirnya, bahwa yang dimaksud dengan ayat:

قل لا أملك لنفسي نفعا ولا ضرا إلا ما شاء الله

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah.

Maksudnya: Aku tidak mengetahui manfaat atau bahaya apa yang akan menimpa diriku pada suatu waktu kecuali yang Allah izinkan bagiku untuk mengetahuinya.[2]
Berusahalah, maksimalkan usahamu dengan doa dan serahkan hasil akhir kepada Allah. fzn



[1]Al Baghawi w 516 H, Maalim Tanzil,( Darun Nasyr , 1997 M )
[2] Syuhabuddin Al Alusi, Tafsir Al Alusi  6/475