Senin, 11 April 2016

DETIK-DETIK RAMADHAN 1436 H



Puasa merupakan salah satu dari rukun islam yang lima, Syahadat, shalat, puasa, zakat dan menunaikan ibadah haji bila mampu. Para ulama membagi puasa menjadi 4 bagian:

1.       Puasa fardhu ( Puasa Ramadhan dan qadha nya, Puasa kafarat, puasa nazar)
2.       Puasa Sunnah ( puasa Senin Kamis, Puasa Muharram, Puasa Tiga hari setiap bulan)
3.       Puasa  Haram ( Puasa Hari raya Idul Fitri dan Idul Adha )
4.       Puasa Makruh ( Puasa sehari atau dua hari sebelum Ramadhan, Puasa hari Jumat)

PENGERTIAN PUASA

Bahasa:  Puasa berasal dari kata ‘Al Imsak” artinya menahan, maksudnya menahan makan, minum dan segala yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenam matahari yaitu waktu Maghrib (waktu berbuka puasa)
Hukumnya wajib bagi muslim, berakal, mukim, sehat, wanita yang sudah suci dari haid.

 Adapun bagi anak-anak, hukum puasa disini adalah proses pembelajaran dan pembiasaan seperti shalat. Karena jika mereka sudah terbiasa sejak dini, maka ketika dewasa mereka sudah tidak merasa berat ataupun sulit untuk berpuasa.

Dahulu Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, saat perintah puasa turun, sebagian sahabat yang makan pada pagi hari, diperintahkan oleh nabi untuk menahan makan dan minum nya hingga Maghrib. Sementara jika yang belum makan diperintahkan untuk menahan makan dan minum hingga Maghrib, mereka pun mengajak anak-anak bermain di masjid sambil bercanda, jika anak-anak menangis ingin makan, maka kami memberinya. Hingga Maghrib menjelang.

RUKUN PUASA

1.       Niat
Niat dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan, hal ini berdasarkan hadits nabi Shalallahu alaihi wa sallam:
لحديث حفصة قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " من لم يجمع الصيام قبل الفجر، فلاصيام له. " رواه أحمد وأصحاب السنن،
وصححه ابن خزيمة، وابن حبان.

 Berdasarkan hadits bersumber dari Hafshah, Rasulullah bersabda,”Barangsiapa yang tidak mengumpulkan niat sebelum fajar maka, puasanya dianggap tidak ada.”[1]

Disinilah perbedaan niat puasa wajib dan puasa sunnah. Jika puasa wajib niatnya dilakukan setiap malam selama bulan Ramadhan, sedangkan puasa sunnah boleh dilakukan ketika siang dengan syarat belum mengkonsumsi apapun sebelumnya.[2]

2.       Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa
Berdasarkan firman Allah:
(فالآن باشروهن وابتغوا ما كتب الله لكم وكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الابيض من الخيط الاسود من الفجر ثم أتموا الصيام إلى الليل)
“Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah kepadamu, makan dan minumlah hingga terang bagimu, benang putih dan benang hitam, yaitu fajar, kemudian sempurnakanlah puasanmu hingga (datang) malam…( QS Al Baqarah:187)

 Bersambung ……


[1] HR. Ahmaddan Ashab Sunan, di Sahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban
[2] Sayid Sabiq, Fikh Sunah, jilid I (Beirut: Darul Kutub, 1437H) h.438