Senin, 22 Juli 2013

Hai Nil... Mengalirlah !



Ketika Amr bin Al Ash Radhiyallahu Anhu berhasil menaklukkan Mesir dan menjadi gubernur disana,  ia melihat ritual yang sangat miris. Ritual itu adalah ketika air sungai Nil mulai menyusut dan nyaris kering, penduduk Mesir mempersembahkan seorang gadis  untuk dilemparkan ke tengah-tengah sungai. 

Terlebih dahulu sang gadis calon persembahan itu dirias,  setelah sempurna  serentak mereka melemparkannya kedalam sungai. Karena menurut keyakinan mereka gadis itu akan diterima oleh  'penunggu' sungai Nil  sehingga air sungai pun akan mengalir, begitu harapan mereka,  tradisi ini sudah berjalan bertahun-tahun.

Peristiwa ini diamati oleh Amr bin Ash yang kemudian mendorongnya untuk menulis surat kepada Khalifah Umar bih Khattab di Madinah menceritakan  ritual yang dilakukan oleh penduduk Mesir.

Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu kemudian membalas surat dari Amr bin Ash dan menuliskan untaian kata-kata.

يا نيل مصر إذا كنت تجري بأمرك فلا حاجة لنا فيك , وإذا كنت تجري بأمر الله  الواحد القهار فاسأل الله أن يجريك 

 Wahai sungai Nil di Mesir, jika kamu mengalir atas kehendakmu sendiri, aku tidak butuh dirimu. Namun jika kamu mengalir atas perintah Allah yang Maha Esa dan Maha Perkasa, aku bermohon kepada Allah agar Dia mengalirkanmu.[1]

Kemudian Umar mengirimkan surat itu ke Mesir dengan memerintahkan kepada Amr bin Ash untuk melemparkan surat itu kedalam sungai Nil. 

Ajaib tak berapa lama surat itu terlempar air sungai nil bertambah sedikit-demi sedikit hingga melimpah ruah sampai ke rumah-rumah.

Subhanallah inilah bukti  keshalihan Umar bin Khattab.. ( fzn )


[1] Musthafa Murad, Alf Qishatin Wa Qishah ( mesir: dar Al Fajr Litturats, 2012 )  hal 97