Senin, 03 Juli 2017

Dosa-Dosa Yang Disegerakan Balasannya


Berhati-hatilah dengan dosa, karena dosa adalah kegelapan didunia dan di akherat, bahkan Ibnul Qayyim Al-Jauziyah mengupas khusus tentang akibat-akibat dosa manusia dalam kitabnya ‘ Ad Daa wa Ad Dawaa”. Berikut beberapa dosa yang disegerakan balasannya di dunia:



1.       Zalim

عن نُفيع بن الحارث , قال رسة ل الله صلى الله عليه وسلم: كل ذنوب يؤخر الله منها ما شاء إلى يوم القيامة، إلا البغي  وعقوق الوالدين أو قطيعة الرحم، يعجل لصاحبها في الدنيا قبل الموت "

Dari Nufai’ bin Al Harist, Rasulullah bersabda,” Setiap  dosa akan di akhirkan (ditunda) balasannya oleh Allah hingga hari kiamat, kecuali Al Baghy (Zalim), durhaka kepada orang tua dan memutuskan silaturahim, Allah akan menyegerakan di dunia sebelum kematian menjemput” (HR. Al Hakim, Al Mustadrak No. 7345)

2.      Memutuskan Silaturahim

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ تَعَالَى لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِثْلُ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ- سنن أبي داود
Tidaklah dosa yang disegerakan sanksinya oleh Allah bagi pelaku di dunia, juga diakherat seperti dosa zalim, dan memutuskan silaturahim. (HR. Sunan Abu Daud)
عن عائشة_ رضي الله عنها_ قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((الرحم معلقة بالعرش تقول : من وصلني وصله الله،ومن قطعني قطعه الله ) رواه البخاري,ومسلم وللفظ له

Dari Aisyah Radhiyallahu anha berkata,”Rasulullah Shalallahu alaihi Wasallam bersabda,”Ar-Rahim yang menggantung di Arsy berkata,”Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambungkan, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskannya” HR. Bukhari dan Muslim, ini Lafadz Muslim.

عن أنس بن مالك_ رضي الله عنه_ قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((من سرهُ أن يبسط له في رزقه ، ويُنسأ له في أثرة فليصل رحمه))

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu berkata,”Rasulullah bersabda,”Barangsiapa ingin  diluaskan rezekinya, dan dipanjangkan usianya, hendaklah ia sambungkan tali silaturahim. Hadits Sahih Bukhari no. 5986, Muslim No. 2557

3.       Durhaka kepada Orang Tua

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِيماً*وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيراً

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya  kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sakali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkatan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (Q.S. Al Isra' : 23)
Dan rendahkan;ah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (Q.S. Al Isra' : 24)

4.       Zina

Zina adalah hubungan persetubuhan  oleh lelaki dan perampuan yang  bukan suami istri sah. Zina merupakan dosa besar dan merusak pribadi dan masyarakat. Seperti disebutkan dalam firman Allah:

ولا تقربوا الزنى، إنه كان فاحشة وساء سبيلاً

Dan janganlah kamu dekati zina, karena itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk ( QS. Al Isra[17]:32)

Keberadaannya sebagai dosa besar juga disandingkan dengan dosa syirik (menyekutukan Allah) dosa yang tak terampuni Allah, jika meninggal dalam kondisi belum bertaubat dan membunuh. Firman Allah:

والذين لا يدعون مع الله إلهاً آخر، ولا يقتلون النفس التي حرم الله إلا بالحق، ولا يزنون، ومن يفعل ذلك يلق أثاماً.  يضاعف له العذاب يوم القيامة، ويخلد فيه مهاناً
Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah, tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak BERZINA, barangsiapa yang melakukan hal demikian, niscaya dia mendapat balasan dosanya. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, ( QS. Al-Furqan [25]:68-69)

Hukuman Zina

a.      Bagi suami atau istri
Para ulama sepakat bahwa had (hukuman) zina bagi pelaku yang sudah bersuami istri adalah dengan rajam, yaitu dikubur separuh badan dan dilempari batu hingga meninggal. Ini dilakukan dalam negara yang menggunakan hukum Islam dan syarat tuduhan maupun syarat diberlakukan hukuman tersebut sudah terpenuhi, seperti pengakuan pelaku, adanya empat saksi dan bukti-bukti kuat lainnya. Seperti kisah Ma’iz dan perempuan Ghamidiah yang meminta dirinya untuk disucikan setelah berbuat zina, dan Rasulullah menjatuhkan hukuman Rajam.

b.      Bagi bujang atau gadis
Hukumannya adalah dengan di dera cambuk sebanyak 100 kali, seperti disebutkan dalam  

firman Allah:

الزانية والزاني فاجلدوا كل واحد منهما مائة جلدة


Perempuan dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya 100 kali der, dan janganlah kasihan kepada keduanya…(QS. An Nur[24]:2)